UIY Ajak Umat Bawa Spirit Hijrah hingga ke Tatanan Negara

 UIY Ajak Umat Bawa Spirit Hijrah hingga ke Tatanan Negara

MediaUmat Menyambut tahun baru Islam 1448 Hijriah, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengajak umat Islam membawa spirit hijrah hingga ke tatanan masyarakat dan negara, sebuah perubahan besar yang harus dimulai dari kesadaran individu terlebih dahulu.

“Orang tak akan mungkin bisa kita harapkan untuk bergerak melakukan perubahan, sebutlah dengan istilah menghijrahkan masyarakat dan negara, kalau dirinya saja itu enggak hijrah,” ujarnya dalam Fokus: Spirit Hijrah di Tengah Krisis Dunia Islam, Ahad (14/6/2026) di kanal YouTube UIY Official.

Ia mengingatkan, momentum tahun baru hijriah ini sangat identik dengan peristiwa berpindahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang menjadi tonggak awal bagi terwujudnya kesuksesan gemilang dalam menerapkan Islam secara kaffah (menyeluruh) hingga level negara.

Namun demikian, menurut UIY, substansi hijrah memiliki dua dimensi utama yang saling berkaitan, yaitu hijrah tempat (makani) dan hijrah maknawi. Di tengah kondisi umat yang saat ini relatif aman untuk beribadah, kewajiban yang paling relevan adalah melakukan hijrah maknawi, yakni meninggalkan segala hal yang dilarang oleh Allah SWT.

“Meninggalkan yang dilarang itu ada dua. Pertama, melakukan yang haram, dan yang kedua adalah meninggalkan yang wajib. Dua-duanya dilarang,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah seseorang selesai melakukan evaluasi total pada diri dan keluarganya, barulah ia memiliki bekal kuat untuk mendorong fase berikutnya, yaitu menghijrahkan tatanan publik.

UIY kemudian mencontohkan maraknya praktik ekonomi non-syariah seperti riba yang saat ini dilegalkan sistem perbankan konvensional, bahkan membebani APBN 2026 hingga hampir Rp600 triliun untuk alokasi pembayaran bunga. Belum lagi persoalan korupsi dan cengkeraman oligarki hitam yang merusak struktur ekonomi serta melemahkan mata uang negara melalui praktik kotor ekspor.

Melihat karut-marut tersebut, UIY menegaskan bahwa umat Islam, khususnya generasi muda, tidak boleh bersikap pesimis. Spirit hijrah harus diperluas cakupannya dari kesalehan individu menjadi sebuah gerakan koreksi total terhadap tatanan yang sekularistik dan kapitalistik, menuju tatanan kehidupan bernegara yang islami.

“Jadi bentuk kecintaan pada bangsa dan negara adalah membawa bangsa dan negara ini hijrah menjadi bangsa negara yang baik, yang diatur sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Karena hanya itu saja yang akan membawa kebaikan kepada negara ini,” pungkasnya penuh optimisme.[] Zainul Krian

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *