Presiden Iran: Mengelola Negara Tidak Boleh Dibatasi Hanya Pada Segelintir Pejabat dan Pengambil Keputusan

 Presiden Iran: Mengelola Negara Tidak Boleh Dibatasi Hanya Pada Segelintir Pejabat dan Pengambil Keputusan

Garda Revolusi Iran mengeluarkan pernyataan pada tanggal 2 Juni 2026 yang berbunyi: “Pemilik dan kapten kapal wajib mendaftar dalam sistem yang ditetapkan oleh otoritas terkait dan mengirimkan permintaan transit sebelum kapal masuk. Pihak berwenang akan mempelajari permintaan tersebut, dan hanya kapal yang memperoleh persetujuan akan diberikan izin untuk melewati selat tersebut.”

Dengan demikian, kita hampir setiap hari mendengar pernyataan yang dikeluarkan oleh Garda Revolusi Iran terkait perang, negosiasi, Selat Hormuz, dan hal-hal lain yang berada di bawah yurisdiksi pemerintah di Iran, yang menunjukkan dominasi Garda Revolusi atas negara.

Hal ini dikonfirmasi oleh pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pertemuan dengan para pejabat Kementerian Sains pada 31 Mei 2026, di mana beliau mengatakan: “Pengelolaan negara tidak boleh terbatas pada lingkaran sempit para pejabat dan pengambil keputusan. Tekanan politik dan ekonomi yang dialami negara membutuhkan solusi inovatif dan visi multidisiplin. Mengatasi kesulitan saat ini membutuhkan partisipasi seluruh energi nasional, mengambil tanggung jawab, dan bekerja di lapangan.”

Iran International, sebuah situs web yang berbasis di London dan menentang pemerintah Iran, melaporkan pada 31 Mei 2026, mengutip sumber anonim di dalam Iran, bahwa “Presiden Pezeshkian mengirim surat resmi kepada Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei meminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Dalam suratnya, ia mengindikasikan bahwa struktur administrasi negara praktis telah menyimpang dari jalur resmi, di mana bagian-bagian penting kekuasaan sekarang berada di bawah kendali sekelompok komandan Garda Revolusi.”

Dalam suratnya, Pezeshkian memperingatkan tentang kendali penuh Garda Revolusi atas administrasi urusan negara dan apa yang ia gambarkan sebagai keretakan yang dalam dan belum pernah terjadi sebelumnya di tingkat pemerintahan tertinggi, yang dalam hal ini presiden dan kabinet secara efektif dikecualikan dari pengambilan keputusan tentang isu-isu besar dan vital. Namun, Mehdi Tabatabaei, wakil kepala komunikasi di kantor kepresidenan Iran, memposting bantahan di akun X miliknya pada 1 Juni 2026, mengenai klaim yang beredar tentang pengunduran diri Pezeshkian. Akan tetapi, ia tidak berkomentar apakah Pezeshkian telah mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi yang mengkritik keadaan pemerintahan di negara itu dan kendali Garda Revolusi atas aspek-aspek kunci kekuasaan.

Penguasaan bagian-bagian penting kekuasaan oleh kelas militer dan upaya mereka untuk mendominasi kekuasaan sepenuhnya merupakan kelemahan dalam struktur negara, yang menyebabkan fragmentasi dan kemudian menuju keruntuhan negara di masa depan (hizb-ut-tahrir.info, 4/6/2026).

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *