UIY Soroti Potensi Stigma Islam dalam Perpres RAN PE
MediaUmat – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menilai Perpres Nomor 8 Tahun 2026 mengenai Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (RAN PE) 2026–2029, memunculkan stigma multitafsir terhadap ajaran Islam, khususnya jihad.
“Kalau jihad benar dianggap sebagai batas dari keyakinan yang layak disebut ekstrem, bukankah itu bagian dari ajaran Islam? Dan kita tidak boleh lupa, Negara ini merdeka juga karena semangat jihad,” ungkapnya dalam video Tudingan Radikalisme, Proyek Siapa? di kanal YouTube UIY Official, Jumat (22/5/2026).
UIY menilai penggunaan frasa “keyakinan” dalam definisi ekstremisme berpotensi menimbulkan tafsir luas terhadap ajaran agama. Menurutnya, negara seharusnya terlebih dahulu menjelaskan ukuran yang jelas mengenai batas suatu keyakinan dapat dikategorikan sebagai ekstrem.
“Apa yang dimaksud dengan ekstremisme itu dalam konteks Islam? Kalau itu keyakinan, keyakinan Islam sebatas apa yang disebut sebagai ekstrem,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti adanya kecenderungan mengaitkan konsep jihad dengan ekstremisme dan terorisme.
Ia menegaskan, jihad merupakan bagian dari ajaran Islam yang memiliki peran historis dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Negara ini merdeka oleh karena semangat jihad,” tegasnya.
Selain itu, UIY mengkritik pola pikir belt conveyor yang menghubungkan sikap intoleran dengan radikalisme hingga terorisme. Menurutnya, pola tersebut berbahaya karena dapat membuat seseorang dicurigai hanya berdasarkan pandangan atau latar belakang tertentu tanpa tindakan nyata.
“Kalau logika semacam itu dilakukan, maka tidak akan pernah ada yang tidak salah,”
UIY turut mempertanyakan relevansi penerbitan perpres tersebut di tengah kondisi Indonesia yang masih dihadapkan pada persoalan korupsi.
Menurutnya, korupsi justru menjadi masalah nyata yang lebih mendesak untuk ditangani secara serius oleh negara.
“Publik melihat dengan sangat jelas bahwa persoalan nyata hari ini tak pernah keluar dari soal korupsi,” pungkasnya.[] Ikbal
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat