UIY: Membiarkan Kapitalisme Berkuasa, Bukti Tak Cinta Negeri

 UIY: Membiarkan Kapitalisme Berkuasa, Bukti Tak Cinta Negeri

MediaUmat Cendekiawan Muslim Ismail Yusanto (UIY) menyatakan klaim cinta tanah air tidak lebih dari retorika kosong selama negeri ini tetap dibiarkan tunduk pada sistem kapitalisme.

“Kalau kita terus membiarkan negeri ini di bawah aturan yang kapitalistik, maka sebenarnya kita ini tidak cinta kepada negeri ini,” tegasnya dalam siniar Sistem Kapitalistik Merusak Negeri, Ini Solusinya! yang tayang di kanal YouTube UIY Official, Ahad (12/4/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan, persoalan negeri bukan sekadar pada kebijakan teknis, melainkan pada fondasi sistem yang digunakan. UIY secara lugas menunjuk sistem sekuler kapitalistik sebagai biang kerusakan yang selama ini membelit kehidupan bangsa.

“Kapitalistik inilah yang merusak negeri ini,” tegasnya.

Ia menilai, kerusakan yang ditimbulkan kapitalisme bukanlah asumsi, tetapi realitas yang kasat mata. Sistem ini dinilai secara sistemik melahirkan ketimpangan, mengonsentrasikan kekayaan, dan menyingkirkan keadilan bagi mayoritas rakyat.

“[Kapitalisme] merusak ekonomi, sumber daya alam dinikmati segelintir orang, menimbulkan kesenjangan. Itu fakta-fakta yang tak terbantahkan,” ujarnya.

Dalam kerangka itu, UIY memandang mempertahankan kapitalisme sama saja dengan melanggengkan kerusakan. Karena itu, ia menekankan bahwa cinta terhadap negeri tidak cukup berhenti pada slogan, melainkan harus diwujudkan dalam keberanian menggugat dan mengubah sistem yang rusak.

“Jadi cinta kepada negeri ini harus ditunjukkan dengan apa… ditunjukkan dengan apa yang kita pikirkan untuk negeri ini,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan, penyelamatan negeri mensyaratkan langkah yang lebih fundamental, yakni keluar dari sistem sekuler kapitalistik yang selama ini mendominasi. Tanpa itu, menurutnya, berbagai kerusakan akan terus berulang.

“Negeri ini harus diselamatkan dari sistem sekuler yang kapitalistik ini,” pungkasnya.

Ia pun menekankan bahwa arah perubahan yang ditawarkan bukan tambal sulam kebijakan, melainkan pergeseran menyeluruh menuju sistem yang dinilai benar dan mampu menghadirkan keadilan hakiki bagi seluruh rakyat.

“Jadi kita ini ingin membawa negeri kita ini ke arah yang benar dengan aturan yang benar,” imbuhnya.[] Zainard

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *