MediaUmat – Meninggalnya 108 warga hingga 25 September di pengungsian pasca gempa bumi Nusa Tenggara Timur (laporan Walhi), menurut Analis Forum of Contemporary Ummah Studies (FoCUS) Iwan Januar menunjukkan kecerobohan penguasa dalam melakukan mitigasi dan penanganan korban pascabencana.
“Kejadian ini menunjukkan kecerobohan para penguasanya dalam melakukan mitigasi dan penanganan korban pascabencana,” ujarnya kepada media-umat.com, Rabu (30/9/2026).
Karena, jelasnya, penyintas justru menghadapi ancaman baru akibat tidak terjaminnya kebutuhan dasar dan keselamatan mereka di kawasan bencana.
Di sisi lain, sebut Iwan, anggaran BNPB justru dipangkas hingga titik terendah dalam 15 tahun terakhir.
Momen seperti ini juga menunjukkan kualitas para penguasa. Sebab pemimpin yang baik tidak akan membiarkan satu nyawa pun jadi korban.
“Bagi pemimpin yang buruk, nyawa rakyat sekadar angka statistik,” pungkasnya.[] Agung Sumartono
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat