UIY Sebut Implikasi Politik Hijrah adalah Daulah Islam

MediaUmat – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menilai implikasi hubungan politik dengan hijrahnya Rasulullah SAW adalah tegaknya daulah Islam yang pertama.

“Itu terwujudnya atau tegaknya kehidupan Islam yang pertama. Itu yang kemudian para ulama sebut sebagai daulah Islam yang pertama,” tuturnya dalam Focus to The Point: Hijrah dan Politik, Selasa (16/6/2026) yang tayang di kanal YouTube UIY Official,

“Kenapa daulah?” ujar UIY. Sebab pada sirah, menurutnya itu jelas sekali, Nabi itu berperan bukan hanya sebagai Nabi, tapi juga sebagai pemimpin. Nabi bukan hanya menyelesaikan masalah-masalah individual, tapi juga masalah-masalah kolektif, masalah-masalah kemasyarakatan.

Ia menambahkan itu juga yang dikatakan oleh Michael Hart bahwa Nabi itu ketika dia di Madinah dia bukan hanya sebagai pemimpin keluarga, tapi pemimpin masyarakat. Dia menyelesaikan bukan masalah individu, tapi juga menyelesaikan masalah persoalan-persoalan rakyatnya.

“Jadi masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, bahkan juga pendidikan. bukan hanya di Madinah, tapi juga berhubungan dengan sekian banyak kabilah-kabilah atau kalau dalam bahasa sekarang ini politik luar negeri yang bahkan sampai ke Yaman, sampai ke Bahrain, sampai ke kawasan Teluklah gitu,” paparnya.

Besarnya Pahala Hijrah

UIY menuturkan ketika sampai kepada soal hijrah, Nabi itu hanya menggambarkan besarnya pahala itu.

Ia mengutip sabda Rasulullah dari riwayat Imam an-Nasa’i yang mengatakan “Hendaklah kalian hijrah, karena hijrah itu pahalanya tak ada bandingannya.” Jadi sangat besar.

“Kenapa sedemikian besar?” katanya. Pasalnya hijrah ini amat sangat penting.

“Hijrah ini menyangkut milik kita yang paling berharga. Apa milik kita yang paling berharga? Milik kita paling berharga itu bukan harta kekayaan, keluarga, emas, perak, intan, berlian, sawah, ladang, hewan, ternak. Bukan itu semua. Tapi milik kita yang paling berkah itu adalah agama kita. Iman dan takwa itu. Maka ketika iman dan takwa kita itu terancam, milik kita yang paling berharga itu terancam, kita ini tidak boleh tinggal diam. Kita ini harus mempertahankan dengan segala cara,” jelasnya.

Itulah maka, sebut UIY, hijrah ini sangat esensial. Hijrah berkenaan dengan bukan hanya keselamatan pribadi tapi juga keselamatan risalah ini.

“Bahkan juga keselamatan peradaban dan pada ujung nanti keselamatan manusia secara keseluruhan,” pungkasnya.[] Muhammad Nur

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: