UIY: Sawit Indonesia Murah, Singapura Dikte Harga SDA

MediaUmat – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menyatakan Singapura menikmati sawit Indonesia dengan harga yang sangat murah lalu mendikte harga kekayaan alamnya.

“Baru-baru ini netizen membongkar bagaimana Singapura menikmati sawit kita dengan harga sangat murah lalu mendikte harga kekayaan alam kita,” tegas UIY dalam video Kapitalisme Global: Ketika Para Serigala Menulis Aturan Kandang? yang tayang di kanal YouTube Khilafah News, Sabtu (20/6/2026).

UIY menyebut kondisi itu wajah asli kapitalisme lokal maupun global. “Sebuah sistem serakah yang didesain agar kekayaan negara seperti Indonesia ini tetap miskin dan hanya menjadi pelayan bahan mentah yang murah,” ujarnya.

Ia mencontohkan, saat investor asing meradang karena pemerintah menerapkan ekspor satu pintu, mereka menarik modal, menjatuhkan rupiah, lalu memaksa rakyat membayar BBM lebih mahal di pompa bensin.

“Mereka menarik modalnya, menjatuhkan rupiah kita, lalu memaksa kita membayar BBM lebih mahal di pompa bensin,” jelasnya.

Ia membeberkan sederet fakta kontradiksi. Indonesia kaya minyak, gas, emas, perak, timah, nikel, batubara, hutan, dan tanah subur untuk beras, jagung, kakao, vanili, cengkeh.

“Barang-barang tambang itu dikeduk tak henti setiap hari. Tapi anehnya, mengapa rakyat justru terus menjerit miskin?” kata UIY.

Fakta lain, lanjut UIY, aset kebun sawit raksasa disita dan oknum-oknum Bea Cukai ditangkap karena menyelundupkan CPO ke luar negeri demi memperkaya diri.

“Mereka berpesta pora di atas penderitaan kita,” tegasnya.

UIY juga menyorot praktik kotor ekspor SDA seperti transfer pricing (rekayasa harga transaksi antarperusahaan afiliasi untuk mengalihkan keuntungan) dan under invoicing (pelaporan nilai atau volume ekspor lebih rendah dari yang sebenarnya).

“Haram hukumnya dikuasai segelintir oligarki, apalagi dilarikan ke suaka pajak asing,” ujarnya.

Mengutip sabda Rasulullah SAW, UIY menegaskan sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak seperti air, energi, hutan, dan tambang adalah milkiyah ‘ammah milik umat.

Karena itu, menurut UIY, melawan kapitalisme dan merebut kembali kedaulatan SDA adalah kewajiban. Solusinya hanya penerapan syariah secara kaffah.

“Agar kekayaan alam negeri ini memberi berkah bagi semua. Tidak seperti selama ini yang hanya dinikmati segelintir orang,” pungkasnya.[] Langgeng Hidayat

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: