UIY: Korupsi MBG Bukan Sekadar Akibat Keserakahan Individu

MediaUmat – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menyebut dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan persoalan korupsi tidak sekadar disebabkan keserakahan individu.

“Korupsi tidak hanya sebagai masalah moral individu, bukan karena sekadar ada orang serakah yang kebetulan dapat kesempatan. Karena jika solusinya hanya mencari orang baik, sejarah berkali-kali menunjukkan orang baik pun bisa berubah ketika dia berada di sistem yang buruk yang memberinya peluang,” ujarnya dalam video Heboh! Proyek Motor BGN Diduga Jadi Ladang Korupsi? Kejagung Ungkap Fakta Baru, Jumat (3/7/2026) di kanal YouTube Khilafah News.

Menurutnya, persoalan kekuasaan tidak hanya berkaitan dengan siapa yang berkuasa, tetapi juga bagaimana kekuasaan tersebut diatur, kepentingan yang melatarbelakanginya, mekanisme pengawasan, potensi konflik kepentingan, serta peluang penggunaan jabatan untuk menguntungkan kelompok tertentu.

“Pejabat sesungguhnya bukanlah pemilik proyek. Pejabat adalah pelayan umat, tugasnya mengatur urusan umat. Ini berarti amanah publik tak boleh berubah menjadi alat memperkaya diri atau kelompok,” jelasnya.

UIY mengatakan pencegahan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan integritas individu, tetapi juga membutuhkan mekanisme pengawasan, keteladanan penguasa, penegakan hukum yang setimpal, pembuktian terbalik, serta sistem yang mampu menutup celah penyimpangan.

“Manusia itu sangat mudah tergoda. Peraturan, hukum, sistem itu harus dibuat demikian rupa, tak boleh menggoda. Kalau benar ada miliaran yang mengalir setiap hari, tapi kontrolnya lemah, relasi kepentingannya kabur dan aksesnya terkonsentrasi, maka yang rusak bukan cuma anggaran negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, dugaan penyimpangan dalam program MBG menjadi persoalan serius karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kerugian keuangan negara, tetapi juga menyangkut hak anak, kepercayaan masyarakat, dan rasa keadilan publik.

“Yang dipertaruhkan adalah hak anak, kepercayaan rakyat, dan rasa keadilan masyarakat. Karena itu, kita semua tentu berharap siapapun yang bersalah harus dihukum setimpal, hukum dengan penuh keadilan,” katanya.

UIY berharap kasus tersebut menjadi pelajaran bahwa keberhasilan program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran maupun skala pelaksanaan, tetapi juga oleh integritas dan amanah para pihak yang menjalankannya.

“Membangun generasi tak cukup dengan program besar, tapi juga harus dengan amanah yang besar. Amanahlah yang akan menentukan apakah program itu akan berjalan dengan baik atau tidak,” pungkasnya.[] Ikbal

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: