Wall Street Journal mengungkapkan bahwa UEA melakukan puluhan serangan udara terhadap target di dalam Iran selama perang, dengan mengandalkan informasi intelijen yang diberikan oleh Amerika Serikat dan entitas Yahudi (CNN Arabic, 30 Mei 2026).
**** **** ****
UEA telah dikenal berkoordinasi dengan entitas Yahudi dan menampung puluhan ribu orang Yahudi di wilayahnya, sehingga memungkinkan mereka untuk menjarah kekayaan negara tersebut. Sebelumnya, surat kabar berbahasa Ibrani melaporkan bahwa UEA memasok amunisi kepada entitas Yahudi dan pesawat-pesawatnya mendarat di bandara-bandaran entitas Yahudi di Negev selama perang melawan Gaza, kemudian membantu serangan mereka terhadap penduduk Gaza, membunuh mereka dan menghancurkan rumah-rumah mereka. Lebih jauh lagi, UEA menyediakan senjata dan dana kepada Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di Sudan, yang berupaya memisahkan Darfur dari Sudan, di samping banyak dukungan lain untuk musuh-musuh umat Islam.
Pertanyaan yang muncul adalah: Apakah permusuhan antek kaum kafir ini terhadap umat dan bangsanya benar-benar telah mencapai titik ini, sehingga ia menyeret rakyatnya ke dalam perang orang-orang kafir melawan kaum Muslim dan membantu entitas Yahudi membunuh rakyat Palestina?!
Bagaimana tidak, para penguasa UEA bersaing dengan penguasa boneka lainnya dalam menyediakan segala macam layanan kepada kaum kafir penjajah?! Padahal, sesungguhnya kewajiban mereka, jika mereka Muslim, adalah menolong kaum Muslim di Palestina dan memerangi orang Yahudi dan Amerika, bukan malah menolong mereka melawan Iran!
Mereka tahu betul bahwa Amerika Serikat dan entitas Yahudi telah menciptakan pembenaran bagi mereka dengan mengklaim bahwa Iran adalah musuh mereka dan akan menghancurkan takhta mereka. Ini semua adalah tipu daya orang-orang kafir untuk memecah belah kaum Muslim. Mereka telah memecah belah kaum Muslim, namun ini bukan karena keberhasilan kebijakan mereka, tetapi karena para penguasa ini, baik di UEA maupun di tempat lainnya, tidak pantas memerintah. Bukan hanya tidak pantas, justru mereka adalah sumber malapetaka bagi rakyat mereka. Dalam hal ini, Amerika Serikat dan Inggris telah menempatkan mereka berkuasa untuk menjadi penjaga sumber daya negara yang akan dijarah oleh kaum kafir. Dan untuk sementara waktu kita hanya bisa berkata, lā haula wa lā quwwata illā billāh, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah. [] Bilal At-Tamimi
Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 1/6/2026.
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat