Gelombang demonstrasi siswa sekolah menengah melanda Prancis sejak 17 September 2026, sebagai protes terhadap memburuknya situasi pendidikan. Tuntutan mereka berkaitan dengan kondisi belajar, kelas yang penuh sesak, jam belajar yang terlalu lama, memburuknya infrastruktur lembaga pendidikan, dan sistem bimbingan universitas.
Agence France-Presse (AFP) melaporkan pada 6 Oktober 2026 bahwa sekitar 256.000 orang berbaris dalam demonstrasi ini, termasuk 56.000 di Paris. Namun, para demonstran mengklaim bahwa sekitar 450.000 orang berpartisipasi dalam aksi protes di seluruh Prancis, termasuk sekitar 100.000 di Paris. Demonstrasi menyebar ke alun-alun publik dan jalan-jalan utama di sekitar 30 kota. Serikat pekerja dan guru bergabung dengan para siswa, yang menuntut kondisi pendidikan yang lebih baik.
Pemerintah mengumumkan penangguhan kelas hingga akhir pekan. Kekerasan digunakan untuk menekan demonstrasi, yang mengakibatkan amputasi tangan seorang mahasiswa. Pada 5 Oktober 2026, polisi anti huru hara Prancis menyerbu Universitas Sorbonne Nouvelle, memicu kemarahan luas di Prancis.
Semua ini menunjukkan bahwa Prancis berada dalam krisis yang mendalam, menderita stagnasi dan penuaan penduduk. Hal ini juga menunjukkan bahwa sekularisme berbahaya yang dijunjung tinggi dan digunakan untuk memerangi kaum Muslim sama busuknya dengan para pendukungnya, sedang demokrasi korupnya menginjak-injak kebebasan yang dengan mudah diproklamirkannya, menindas kaum miskin dan sektor publik, termasuk mahasiswa, ketika mereka menuntut hak-haknya yang dirampas dan mencari kondisi kehidupan yang lebih baik.
Pemerintah Prancis menuduh kaum kiri sebagai dalang demonstrasi ini. Sementara itu, Presiden AS Trump menuduh Islam dan kaum Muslim berada di balik krisis ini. Pada 6 Oktober 2026, musuh Allah ini menyatakan di platform Truth Social miliknya: “Apa yang terjadi di Prancis tidak lain adalah migrasi massal yang tidak terkendali. Ini bukan tentang sekolah; ini tentang keinginan Islam untuk mengambil alih negara yang dulunya hebat.” Musuh Allah ini menunggu setiap kesempatan untuk menyerang Islam dan kaum Muslim. Inilah Trump, musuh Allah, sahabat dan kesayangan para penguasa Arab dan Muslim, tuan yang mereka patuhi (hizb-ut-tahrir.info, 8/10/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat