Pada 4 Juli, Asisten Presiden Rusia Yury Ushakov menyatakan, mengenai percakapan telepon antara Presiden Putin dan mitranya dari Amerika Serikat, Trump, bahwa, “Kami telah menegaskan kesediaan kami untuk memberikan bantuan praktis dalam upaya de-eskalasi dan stabilisasi di kawasan Timur Tengah. Di pihak lain, Donald Trump berterima kasih kepada pihak Rusia atas sikap seimbang dan usulan konstruktif kami.” (en.kremlin.ru, 4/7/2026).
Dalam hal ini, Rusia menegaskan permusuhannya terhadap kaum Muslim dengan memberikan dukungan kepada Timur Tengah Baru versi Trump, di mana entitas Yahudi diberdayakan dan diperluas, sementara negeri-negeri Islam secara progresif dilemahkan. Dengan demikian jelas sekali bahwa bergantung pada kekuatan besar mana pun adalah strategi yang salah. Namun, sejak masa pendudukan Inggris yang menyakitkan di anak benua India, para pemimpin Muslim telah mengadopsi strategi bergantung pada kekuatan besar di semua bidang: ekonomi, politik, militer, dan budaya. Mereka percaya bahwa bernegosiasi dengan kekuatan besar adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kekuasaan.
Pola pikir yang keliru ini telah menyebabkan penggantian kolonialisme Inggris dengan kolonialisme Amerika Serikat setelah pengaruh Inggris melemah. Terlebih lagi, ketika pola pikir yang keliru ini begitu mengakar, maka mereka yang ingin melepaskan diri dari kolonialisme Amerika Serikat, mereka beralih ke Rusia atau China, padahal keduanya juga merupakan negara kolonial yang terus menerus melancarkan perang terhadap Islam dan kaum Muslim.
Pada kenyataannya, kekuatan kolonial mengeksploitasi hubungan dengan negeri-negeri Islam untuk mengamankan kepentingan mereka, sementara kepentingan kaum Muslim diabaikan. Kekuatan, kejayaan, dan martabat kita tidak terletak di gerbang Washington, London, Paris, Moskow, atau Beijing; semuanya terletak pada kembalinya Islam sebagai sistem pemerintahan yang berkuasa. Islam telah mempertahankan kedudukan umat Islam sebagai negara terkemuka bagi seluruh umat manusia selama berabad-abad, ini merupakan sebuah rekor yang tidak dapat ditandingi oleh kekuatan-kekuatan besar yang ada saat ini, sebab rusaknya ideologi mereka (hizb-ut-tahrir.info, 6/7/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat