Beberapa media Denmark melaporkan bahwa pemerintah Denmark yang baru berupaya melarang adzan di tempat umum. Menurut laporan-laporan tersebut, Menteri Imigrasi dan Integrasi Morten Bodskov menyatakan bahwa adzan “tidak memiliki tempat di Denmark,” sehingga “Anda tidak perlu ragu apakah Anda sedang berada di pinggiran kota Islamabad atau di Denmark.”
**** **** ****
Denmark baru-baru ini mengambil alih pemerintahan sayap kiri yang baru, tetapi pemerintahan tersebut tetap melanjutkan kebijakan anti-Muslim yang sama seperti yang dijalankan oleh pemerintahan sebelumnya.
Ini termasuk kebijakan luar negeri yang bermusuhan, seperti mendukung perang di Irak dan Afghanistan serta genosida di Gaza. Ini juga termasuk kebijakan domestik anti-Muslim, seperti melarang niqab dan melarang salat di universitas dan sekolah menengah atas.
Seruan adzan dikenal karena keindahannya, dan justru inilah yang mengganggu para politisi. Islam adalah agama yang indah, dan selaras dengan fitrah manusia.
Islam sangat kontras dengan doktrin liberal Barat, yang bercirikan tidak berperikemanusiaan dan mendorong manusia ke dalam jurang amoralitas yang semakin dalam.
Kepanikan atas ribuan orang di Barat yang memeluk Islam, sementara kebencian mereka terhadap kapitalisme Barat semakin meningkat, sehingga hal ini menambah keputusasaan para politisi Barat.
Dengan tangan mereka sendiri, mereka memaku paku demi paku ke dalam peti mati liberalisme; sebab meskipun mereka mengaku mendukung kebebasan, namun mereka terus membatasi hak-hak kaum Muslim dan melarang aksi demonstrasi pro-Palestina, meskipun mulut mereka basah dengan slogan-slogan kemanusiaan, namun mereka tidak peduli dengan ribuan anak-anak terbunuh di Gaza!
Kebijakan pelarangan ini, yang merupakan ciri khas Eropa secara umum, adalah bukti kekuatan besar Islam dan keruntuhan ideologi kapitalis yang akan segera terjadi.
Dalam keputusasaannya untuk melawan Islam, justru mereka melakukan pelemahan terhadap fondasi ideologinya sendiri. Semua ini jelas merupakan bentuk penyerahan diri mereka terhadap superioritas pemikiran Islam. [] Taimullah Abu Laban
Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 11/7/2026.
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat