MediaUmat – Peneliti Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. Riyan menilai rencana pengiriman 8000 pasukan TNI ke Gaza sebagai pengkhianatan terhadap umat Islam.
“Rencana Pengiriman 8000 TNI bukan hanya pelanggaran terhadap konstitusi Indonesia, yang menyatakan dengan tegas penghapusan segala bentuk penjajahan di muka bumi, tetapi juga pengkhianatan penguasa Muslim (dalam hal ini Indonesia) terhadap saudara-saudara Muslimnya di Palestina dan bersekongkol dengan AS,” tuturnya kepada media-umat.com, Jumat (13/3/2026).
Seharusnya, tegas Riyan, para penguasa negeri Muslim membantu saudara-saudara Muslim Palestina dengan mengusir penjajah bukan menjadi antek penjajah AS.
“Kita harus memahami bahwa akar masalah Palestina adalah penjajahan yang dilakukan entitas Yahudi Zionis bekingan AS. Maka solusi yang syar’i dan komprehensif adalah mengusir penjajah itu dengan jihad dan karena dibeking AS, maka akan efektif bila dilakukan oleh Khilafah,” ungkapnya.
Dengan memahami akar masalah Palestina adalah penjajahan, maka kata Riyan, satu-satunya solusi adalah mengirimkan tentara Muslim (8000 TNI) untuk melakukan jihad fi sabilillah bukan sebagai pasukan perdamaian atau penstabil Gaza.
“Maka pada saat yang sama, Muslim harus mencampakkah ide dua negara (two state solution) yang ditawarkan penjajah AS,” tandasnya
Riyan mengingatkan, para pemimpin Muslim agar meneladani Rasul SAW, bahwa kunci kemenangan adalah dengan persatuan dunia Islam. Bukan perpecahan.
“Setelah itu sebagaimana Panglima Shalahuddin al-Ayyubi, persatuan ini harus mengangkat satu pemimpin global (khalifah) yang akan menerapkan Islam kaffah dan bersama-sama mengusir penjajah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, ungkapan dari Al-Alammah Syeikh Taqyuddin an-Nabhani rahimahumullah. “Entitas Yahudi Zionis dapat bertahan karena penguasa Muslim tidak ada yang menumbangkannya. Entitas Yahudi itu ibarat bayangan dari penguasa Muslim. Kalau ingin menghilangkan bayangan tersebut, maka mereka harus menghilangkan sumber bayangan itu,” pungkasnya.[] Achmad Mu’it
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat