Surat kabar Saudi Asharq Al-Awsat melaporkan bahwa Koalisi Militer Islam Kontra Terorisme, Islamic Military Counter Terrorism Coalition (IMCTC) meluncurkan Inisiatif Rehabilitasi dan Reintegrasi untuk Individu dengan Ideologi Ekstremis dan Perilaku Teroris, pada 2 Februari 2026, di ibu kota Pakistan, Islamabad. Peluncuran tersebut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif, Sekretaris Jenderal IMCTC Mayor Jenderal Muhammad Al-Muqaidi, serta sejumlah pemimpin militer, intelektual, dan diplomatik.
Al-Muqaidi mengatakan, “Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam konteks membangun kembali kehidupan normal bagi mereka yang terlibat dalam kejahatan terorisme dan untuk menyelamatkan mereka secara intelektual, psikologis, dan sosial dari pusat dan ilusi kelompok ekstremis dan teroris.”
Sementara Asif menyatakan bahwa penyelenggaraan inisiatif integrasi oleh Pakistan mencerminkan komitmennya untuk memperkuat kerja sama internasional dan pertukaran keahlian di bidang rehabilitasi dan reintegrasi intelektual. Ia menjelaskan bahwa perawatan komprehensif menggabungkan dimensi keamanan, intelektual, dan sosial, serta melibatkan beberapa tahapan, termasuk “pemutusan hubungan dengan kekerasan, koreksi kesalahpahaman ideologis, dan pengembangan keterampilan.”
Perlu dicatat bahwa apa yang disebut Koalisi Militer Islam Kontra Terorisme (IMCTC) didirikan pada 15/12/2015 di bawah kepemimpinan rezim Saudi dan mencakup 41 rezim yang ada di negeri-negeri Islam, termasuk Mesir, Turki, UEA, dan Qatar, dengan tujuan memerangi ide-ide Islam yang menyerukan penggulingan rezim pro-Barat dan pendirian pemerintahan Islam dan Khilafah, serta menyerukan jihad untuk membebaskan Palestina dan membersihkannya dari kotoran Yahudi.
Aliansi ini menyatakan bahwa mereka menyerukan “moderasi dan sentrisme serta menyambut keragaman dan perbedaan.” Ini berarti menerima rezim yang ada yang tidak menerapkan Islam, berintegrasi ke dalamnya, menjalankan agenda mereka, mencegah kembalinya Islam ke tampuk kekuasaan, dan menerima entitas Yahudi di kawasan tersebut serta pengaruh kolonial Barat di dalamnya, semuanya dengan kedok keragaman dan perbedaan! (hizb-ut-tahrir.info, 5/2/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat