Krisis roti di Gaza semakin memburuk akibat kekurangan tepung dan bahan bakar yang parah, di tengah pembatasan ketat yang diberlakukan oleh entitas Yahudi terhadap masuknya bantuan kemanusiaan, juga karena penurunan bantuan internasional dan produksi lokal, yang mengancam runtuhnya sistem pangan dasar.
Dengan demikian, ancaman kelaparan kembali menghantui Jalur Gaza dalam krisis roti, dimana warga Gaza berdiri berjam-jam dalam antrean yang padat, menunggu giliran untuk mendapatkan roti dalam jumlah terbatas, yang telah menjadi penyelamat bagi banyak keluarga yang kelelahan akibat pengungsian dan terpuruk oleh kemiskinan.
Inilah keadaan umat Islam setelah menyerahkan urusannya kepada penguasa-penguasa kriminal, tetapi setiap hari mereka menemukan betapa besarnya pengkhianatan mereka, sehingga tidak perlu lama lagi, mereka harus digulingkan dan kekuasaan direbut kembali dari mereka (hizb-ut-tahrir.info, 19/4/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat