Kesepakatan Rahasia Antara Suriah dan Entitas Yahudi untuk Memindahkan Material Nuklir

Pada 11 Agustus 2026, situs berita Amerika, Axios mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump menengahi kesepakatan rahasia antara Suriah dan entitas Yahudi agar Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dapat mengamankan dan memindahkan material nuklir yang disimpan di lokasi rahasia yang dikenal sebagai “Situs 99”.

Menurut laporan tersebut, entitas Yahudi mengancam akan menyerang lokasi tersebut jika otoritas Suriah mencoba mengakses material yang disimpan di sana, dan lokasi itu tetap berada di bawah kendali entitas Yahudi meskipun ada ancaman terhadap Damaskus. Entitas Yahudi meyakini material tersebut, termasuk uranium kuning, dapat digunakan untuk membuat bom kotor. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dijadwalkan untuk memindahkan material tersebut, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk mencegah eskalasi militer baru antara Suriah dan entitas Yahudi.

Tampaknya Ahmad al-Syara’ bersikeras melanjutkan kebijakan tunduk dan menyerah kepada entitas Yahudi. Padahal entitas Yahudi telah menyerang dan menghancurkan ratusan situs militer di Suriah sejak Ahmad al-Syara’ berkuasa, dan dia tidak membalas dengan satu tembakan pun. Kemudian entitas Yahudi menduduki Gunung Hermon dan menyerang desa-desa serta kota-kota hingga memberlakukan zona keamanan yang mencapai pinggiran Damaskus, mendirikan situs pengamatan dan pemantauan yang darinya entitas Yahudi menyerang rakyat Suriah, membunuh, menangkap, dan menghancurkan, sementara Ahmad al-Syara’ tidak berbuat apa-apa.

Bukan hanya tidak melakukan apa-apa, al-Syara’ ini justru, pada tanggal 6 Januari 2026, di bawah naungan Amerika Serikat, menandatangani sebuah perjanjian dengan entitas Zionis di Paris, yang menetapkan: “Pembentukan mekanisme integrasi bersama sebagai sel penghubung untuk koordinasi intelijen dan de-eskalasi segera. Mekanisme bersama ini juga mencakup keterlibatan diplomatik dan perdagangan di bawah pengawasan Amerika Serikat.” Tampaknya Ahmad al-Syara’ menyaingi rezim-rezim paling keji dalam kepatuhan dan penyerahannya kepada entitas Yahudi dan pengkhianatan yang dilakukannya. Al-Syara’ bahkan menyaingi otoritas Abbas di Palestina, yang menganggap kerja sama dengan entitas Yahudi sebagai sesuatu yang sakral! (hizb-ut-tahrir.info, 12/8/2026).

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: