Arab Saudi mengumumkan perkiraan cadangan sekitar 114 juta ton bijih di proyek Jabal Sayid di wilayah Madinah, yang mengandung mineral tanah jarang dan konsentrat uranium, bertepatan dengan rencana untuk mengembangkan rantai nilai lokal yang mencakup produksi yellowcake.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, selama pidato Kerajaan pada Konferensi Umum ke-70 Badan Energi Atom Internasional di Wina, menurut Kantor Berita Saudi (SPA). Menteri tersebut menyatakan bahwa eksplorasi dan studi geologi di Jabal Sayid mengungkapkan sekitar 114 juta ton bijih yang mengandung konsentrasi tinggi mineral tanah jarang, khususnya unsur berat, bersama dengan apa yang ia gambarkan sebagai deposit uranium yang menjanjikan.
Menteri juga menyatakan bahwa proyek-proyek percontohan yang dilakukan bekerja sama dengan perusahaan Prancis Orano telah menunjukkan indikator ekonomi yang menggembirakan, menurut penilaian Saudi. Kerajaan juga melanjutkan inisiatifnya untuk mensurvei lapisan sedimen dengan tujuan mengeksplorasi lebih banyak deposit uranium dari sumber konvensional.
Di bidang nuklir, Abdulaziz bin Salman menegaskan bahwa Arab Saudi sedang berupaya untuk memasukkan energi nuklir ke dalam bauran energi nasional, merujuk pada perjanjian kerja sama dalam penggunaan energi nuklir secara damai, yang dikenal sebagai Perjanjian 123, yang ditandatangani Kerajaan dengan Amerika Serikat pada Juli lalu.
Menurut Kantor Berita Saudi (SPA), menteri tersebut mengatakan bahwa implementasi pengaturan pengamanan khusus terkait kerja sama antara kedua negara akan berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional, dan menekankan bahwa Kerajaan terus mengembangkan sistem regulasi dan pengawasannya untuk energi nuklir.
**** **** ****
Para penguasa Al Saud tidak hanya menghamburkan kekayaan umat Islam untuk hal-hal yang tidak diridhai Allah, seperti membeli klub sepak bola atau program perjudian dengan harga selangit, atau membuka tanah Dua Masjid Suci untuk para penari dan individu korup, tetapi sekarang mereka ingin mengeksploitasi masalah sumber daya, seperti uranium, untuk memperkenalkan “pengaruh” lebih lanjut bagi kaum kafir penjajah di negeri itu dengan menunjuknya sebagai pengawas tentang apa yang diperbolehkan untuk dilakukan, termasuk masalah militer. Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu! (Al-Waie [Arab], Edisi 484, Tahun ke-41, Jumadil Ula 1448 H./Oktober 2026 M.).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat