MediaUmat – Tak hanya mengecam narasi Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang menyebut Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir karena dianggap menganut “delusi kenabian Islam” (prophetic Islamist delusions), Mahmoud Abdel-Hadi, perwakilan Hizbut Tahrir Amerika juga menuding pernyataan tersebut cerminan ketakutan AS terhadap penerapan syariat Islam.
“Dengan melabeli petunjuk kenabian sebagai delusi, pihak establishment Amerika menyingkapkan permusuhan peradaban mereka terhadap Islam serta ketakutan mereka terhadap umat Islam yang mengatur urusan mereka sesuai dengan perintah Allah SWT,” demikian pers rilis dari Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir, sebagaimana dikutip media-umat.com, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, pernyataan Hegseth tengah menyingkap standar ganda Barat. Mahmoud menilai AS memaklumi bahkan kerap membenarkan ambisi ‘Israel Raya’ dengan dalih sejarah/teologis. Namun menuduh ketaatan Muslim terhadap syariat sebagai fanatisme berbahaya.
“Ketakutan sebenarnya bukanlah pada negara tertentu, melainkan pada kebangkitan umat Islam yang mengatur urusan mereka berdasarkan perintah Allah,” ujar Mahmoud.
Ia menyoroti kemunafikan Barat yang menggunakan retorika Kristen ekstrem tentang akhir zaman untuk memotivasi perang, sementara aspirasi politik Islam dicap sebagai kegilaan.
Hegseth menyampaikan hal tersebut dalam pidato Pentagon pada Senin (2/3/2026), saat membenarkan operasi militer besar AS—Operation Epic Fury—melawan Iran yang diperintahkan Presiden Donald Trump.
“Rezim gila seperti Iran, yang terobsesi dengan delusi Islam yang bersifat kenabian, tidak dapat memiliki senjata nuklir,” kata Hegseth, menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Teheran memiliki nuklir.
Namun bagi HT, sambung Mahmoud, permusuhan ini adalah bentuk “perang salib modern” atau benturan peradaban. Ia pun menegaskan, serangan tersebut hanya bisa dilawan oleh umat Islam dengan kembali ke metode kenabian dan menegakkan Khilafah.
“Hanya dengan tegaknya Khilafah, khayalan Hegseth yang membayangkan dapat mencegah janji Allah akan tersapu bersih,” pungkasnya, mengutip QS. At-Taubah: 32 yang artinya: Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, tetapi Allah hanya menghendaki agar cahaya-Nya disempurnakan, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.[] Zainul Krian
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat