MediaUmat – Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) mengingatkan para intelektual bahwa “Godaan iblis tidak selalu berupa maksiat vulgar” dirilis dalam dokumen “Letter to Intellectuals” No. 001 yang berjudul “Serangan Iblis ke Kaum Intelektual” pada tanggal 6 Juli 2026.
HILMI merefleksikan QS al-A’raf: 16-17 pada kehidupan intelektual (dunia riset atau akademik) bahwa godaan itu sering hadir dalam bentuk yang “akademik”, “rasional”, “strategis”, bahkan tampak seperti tuntutan karier.
Lebih lanjut HILMI menjabarkan serangan iblis ke kaum intelektual dari empat arah yaitu godaan masa depan karier (depan), ego, reputasi dan masa lalu (belakang), idealisme yang dibelokkan menjadi pembenaran diri (kanan), serta godaan maksiat akademik yang vulgar (kiri).
Di titik akhir, HILMI mengungkap, target iblis bukan hanya agar manusia berdosa, tetapi agar manusia tidak bersyukur. Maka benteng terdalam bagi ilmuwan dan akademisi adalah ikhlas, amanah, wara’, dan takut kepada Allah.[] Nasriani
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat