Hadapi Eskalasi AS-Israel, HT Serukan Kembali ke Daulah Khilafah

MediaUmat – Di tengah eskalasi serangan gabungan skala besar yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump bersama entitas penjajah Yahudi terhadap Iran, Hizbut Tahrir menyerukan satu-satunya jalan keluar dari kondisi ini adalah kembalinya Daulah Khilafah Rasyidah.

“Sesungguhnya kemuliaan kalian adalah kembalinya Daulah al-Khilafah ar-Rasyidah,” demikian seruan yang dipublikasikan Hizbut Tahrir (HT) dan dikutip media-umat.com, Sabtu (28/2/2026).

HT meyakini, kekuatan umat yang bersatu di bawah naungan Islam (Khilafah) akan mampu menghentikan segala bentuk penjajahan di tanah kaum Muslim, baik penjajahan fisik (militer), eksploitasi ekonomi, hegemoni pemikiran (pembaratan), dominasi budaya, maupun penerapan sistem hukum sekuler yang menggantikan syariat Islam.

“(Khilafah) inilah yang menyelamatkan umat dan mengembalikan kekuatannya,” sambung HT, yang berarti kepemimpinan Islam global tersebut diyakini mampu menghapuskan arogansi para tiran, mengganti aturan buatan manusia dengan syariah, dan menyinari bumi dengan keadilan, sebagaimana sejarah mencatat runtuhnya kekaisaran besar di masa lalu.

Ironi Iran

Adalah ironis atas Iran, sebuah negara yang meski selama ini dinilai berada di orbit kepentingan Amerika Serikat, termasuk kontribusinya dalam mendukung agenda AS di Irak dan Afghanistan, namun serangan terhadapnya tetap dilakukan.

Artinya, para pemimpin negara kafir penjajah hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri dan tidak segan menyingkirkan para agennya jika sudah tidak diperlukan lagi. “Berapa banyak agen yang telah digulingkan setelah habis perannya dalam melayani Amerika?” singgung HT.

Bahkan para penguasa negeri Muslim saat ini juga dinilai telah kehilangan akal dan hati nurani karena lebih memilih setia kepada kaum penjajah daripada membela sesama kaum mukmin.

Sikap pasif ini membuat mereka enggan memberikan bantuan militer meskipun negeri tetangga diserang, sehingga peran mereka kini hanya sebatas penghitung korban tanpa ada tindakan nyata untuk melawan kezaliman.

“Mereka hanyalah orang yang menghitung korban tewas dan terluka! Seperti yang terjadi sehubungan dengan serangan terhadap Iran,” tandasnya.

Oleh karena itu, ketiadaan pembelaan dari penguasa Muslim lainnya terhadap Iran membuktikan rapuhnya loyalitas yang dibangun di atas kepentingan duniawi bersama kaum kafir. Padahal, Allah SWT telah memperingatkan dalam Al-Qur’an bahwa kemuliaan hanya milik Allah, bukan pada kaum kafir.

“Sungguh para penguasa di negeri kaum Muslim tidak memahami bahaya loyal kepada kaum kafir dan bahwa itu merupakan kehinaan di dunia dan azab pedih di akhirat,” tandasnya, seraya mengutip QS An-Nisa: 139 tentang larangan menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin, pelindung, atau teman setia dengan meninggalkan orang-orang mukmin.

Dengan kata lain, seandainya para penguasa tersebut berakal niscaya mereka akan mencampakkan orang-orang kafir seperti melepehkan biji. “Andai para penguasa ini berakal, niscaya mereka akan mencampakkan orang-orang kafir seperti melepehkan biji, tetapi mereka tuli, bisu, dan buta, sehingga mereka tidak kembali,” tuturnya.[] Zainul Krian

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: