FoCUS: Krisis Panjang di Papua Disebabkan Dua Hal Besar
MediaUmat – Ada dua hal besar yang membuat krisis panjang terjadi di Papua. Hal itu dinyatakan Analis dari Forum of Contemporary Ummah Studies (FoCUS) Iwan Januar kepada media-umat.com, Senin (14/9/2026).
Pertama, ketidakadilan ekonomi terhadap warga Papua. Menurut Iwan, semua provinsi di Papua adalah kawasan termiskin di Indonesia.
“Sementara tambang emas mereka yang masuk jajaran terbesar di dunia malah dikuasai asing,” ujarnya prihatin.
Kedua, adanya indikasi campur tangan asing di Papua. Pada Mei 2025, sebut Iwan, kelompok teroris separatis mengakui mendapat bantuan internet satelit dari negara lain.
Islam, tandasnya, memiliki solusi yang jelas yaitu pertambangan adalah milik umum yang wajib dikelola negara untuk kemaslahatan rakyat.
“Wajib hukumnya padamkan gerakan separatisme dan lawan setiap intervensi asing,” tutupnya.
Hal ini ia sampaikan menyikapi tewasnya tiga ASN yang ditembak kelompok teroris separatis di Kampung Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Barat pada 9 September 2026. Pembunuhan ini diakui oleh Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambon.[] Erlina
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat