MediaUmat – Setidaknya ada empat catatan penting terkait serangan brutal Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Hal itu dinyatakan Peneliti Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. Riyan dalam video: Strategi AS Ser4ng Iran | Apa Targetnya? di kanal YouTube Khilafah News, Rabu (4/3/2026).
Pertama, serangan brutal ke Iran terjadi di tengah perundingan diplomatik yang buntu sejak 19 Februari yang lalu. Dalam suasana ancaman perang ini, ujarnya, AS menuntut agar Iran menyerahkan program nuklir dan rudalnya.
“Seolah-olah mereka adalah raja bumi yang tidak seorang pun berani menolak,” cetusnya.
Kedua, serangan terhadap Iran adalah bagian dari rangkaian panjang setelah AS secara langsung menyerang Afghanistan, Irak, Suriah, Yaman, Iran, dan Gaza. Sementara negara-negara seperti Pakistan, Somalia, dan Libya juga tidak aman dari operasi militer AS, serangan pesawat tidak berawak, serangan udara, dan serangan darat lainnya.
“Pertanyaannya adalah berapa lama kita akan terus menyaksikan satu per satu tanah Muslim jatuh di bawah dominasi Amerika dan umat Islam dibantai? Berpikir bahwa giliran kita tidak akan pernah tiba?” ujarnya retorik.
Menurutnya, identitas nasionalisme dan garis perbatasan telah menghancurkan persatuan kekuatan Muslim dan menjadikan umat Islam sebagai mangsa yang begitu mudah bagi orang-orang kafir.
Ketiga, serangan Amerika terhadap Afghanistan, Irak, dan negara-negara Muslim lainnya tidak mungkin terjadi tanpa dukungan praktis dari negara-negara Muslim regional dan keberadaan pangkalan militer Amerika di sana.
Riyan yakin, para penguasa negara-negara Muslim memainkan peran yang memalukan dan hanya bertindak sebagai agen AS sehingga tidak akan terjadi perubahan pada kondisi umat.
Keempat, Islam mewajibkan kaum Muslim untuk bersatu demi membela negeri-negeri Islam dan perintah Allah di atas kepentingan nasional serta perpecahan sektarian buatan.
Rasulullah SAW bersabda, kutip Riyan, perjanjian perlindungan kaum Muslim adalah satu dan mereka adalah satu tangan melawan yang lainnya.
“Jika Pakistan, Iran, dan Turki bersatu di bawah satu khilafah, tidak ada negara kafir bahkan Amerika sekalipun yang berani menyerang negara seperti terhadap Iran,” tutupnya yakin.[] Erlina
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat