Bukan Sekadar Dalil, Opini Islam Ideologis Ditentukan Cara Pandang

 Bukan Sekadar Dalil, Opini Islam Ideologis Ditentukan Cara Pandang

MediaUmat – Jurnalis Joko Prasetyo (Om Joy) menilai pembeda utama opini Islam ideologis dari tulisan berlabel Islam tidak hanya ditentukan oleh pilihan tema atau hadirnya cuplikan dalil semata, melainkan oleh cara pandang yang mendasari keseluruhan pembahasan.

“Perbedaannya bukan semata-mata terletak pada tema atau keberadaan dalil, melainkan pada cara pandang yang mendasari pembahasan,” tulisnya dalam serial edukasi Belajar Menulis Opini Islam Ideologis: Fondasi 1 — Seri 1 yang diterima media-umat.com, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, cara pandang Islam harus memengaruhi seluruh proses berpikir penulis dari awal pembongkaran masalah hingga penarikan kesimpulan.

Pernyataan tersebut merupakan pendalaman teknis atas fondasi pertama dari lima fondasi penulisan opini dakwah yang ia paparkan sebelumnya. Saat itu, ia menegaskan penulisan opini dakwah sepatutnya membongkar akar masalah, menguji pemikiran, serta menghadirkan pesan Islam secara substantif.

Empat Ciri Utama Opini Islam Ideologis

Untuk memperjelas penerapannya, Om Joy menguraikan empat ciri utama yang membentuk karakter opini Islam ideologis secara terstruktur.

Pertama, Islam diposisikan sebagai landasan utama, bukan sebatas pelengkap atau nasihat moral yang ditempel di akhir tulisan.

“Islam ideologis menjadikan Islam sebagai landasan untuk memahami, menilai, dan menawarkan penyelesaian atas persoalan kehidupan,” jelasnya.

Kedua, setiap peristiwa politik maupun sosial diangkat dari perspektif Islam. “Pelajaran pentingnya, opini Islam ideologis bukan sekadar membahas isu umat Islam, melainkan menghadirkan cara pandang Islam dalam menilai persoalan,” tegasnya.

Ketiga, analisis tulisan wajib menggali akar masalah, bukan berhenti pada gejala luar. Tentang kerudung, misalnya, perkaranya bukan sebatas aturan berpakaian, melainkan prinsip yang melandasi kebijakan dan hubungannya dengan pelaksanaan ajaran agama. Pun soal Rocky Gerung masuk lingkaran kekuasaan, isu utamanya bukan perpindahan individu, melainkan standar kebenaran dalam menilai penguasa.

“Pendekatan ini mengajak pembaca memahami bukan hanya apa yang terjadi, tetapi juga mengapa masalah itu penting dan bagaimana Islam memandangnya,” catat Om Joy.

Keempat, ketegasan ideologis dibangun melalui kejelasan argumen. Menurutnya, sekadar memberi label sekuler atau menyebut suatu sistem bertentangan dengan Islam belum otomatis menjadikan tulisan itu ideologis jika tanpa argumentasi yang kuat.

“Ketegasan ideologis bukan ditentukan oleh banyaknya istilah atau kutipan dalil, melainkan oleh kejelasan cara berpikir dan argumentasi yang mendasarinya,” tandas Om Joy.

Pungkasnya, ia menekankan penulisan opini Islam tidak lagi sekadar menjadi ruang tanggapan atas isu terkini, melainkan berfungsi sebagai sarana edukasi publik untuk memahami dan menilai berbagai persoalan secara mendasar melalui kacamata Islam.[] Zainul Krian

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *