MediaUmat – Terkait maraknya kasus korupsi yang menjerat pejabat publik, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menekankan pentingnya perbaikan akar masalah secara menyeluruh, baik dalam hal rusaknya moral individu lebih-lebih sistem yang tidak kondusif.
“Dua-duanya harus diperbaiki, orangnya memang harus diperbaiki, sistemnya juga harus diperbaiki,” tekannya dalam Focus to The Point: Menarik, Ini Jawaban Tuntas Ust Ismail Untuk Pemirsa UIY Official, Senin (23/2/2026) di kanal YouTube UIY Official.
Menurutnya, kendati memperbaiki moral individu adalah suatu keharusan, hal itu tidaklah cukup jika lingkungan sistemnya koruptif. Maknanya, individu yang baik sekalipun, cepat atau lambat bakal terpengaruh menjadi buruk jika berada di dalam sistem yang rusak.
“Pilihannya cuma dua, dia untuk bisa tetap di situ dia larut atau jika tidak mau larut dia harus keluar,” tandasnya.
Ibarat lalu lintas, setertib apa pun pengendaranya, jika lampu merah tidak jelas—antara jalan atau berhenti—pasti akan terjadi kekacauan. Sebaliknya, meski rambu sudah jelas, kata UIY, jika disiplin pengendara rendah, kekacauan tetap tak terhindarkan.
“Jadi tetap kita harus mengatakan bahwa dua-dua ini harus bagus. Jangan pula kita mengatakan yang penting individunya baik, sistem belakangan,” ujar UIY.
Terlebih, fakta saat ini menunjukkan betapa sekularisme—yang berakar dari sejarah kelam Barat—telah memicu kerusakan moral sistemik dengan meniadakan peran wahyu sebagai panduan tertinggi. Dampaknya, dengan politik transaksional yang bertambah masif, semakin memperlebar peluang lahirnya koruptor baru.
Pungkasnya, dengan meminjam pernyataan seorang pejabat yang pernah mengatakan malaikat bisa jadi iblis jika masuk dalam sistem sekarang, maka sekali lagi pemberantasan korupsi yang efektif membutuhkan perbaikan ganda, memperbaiki kualitas orangnya sekaligus memperbaiki sistem agar tidak kondusif untuk korupsi.[] Zainul Krian
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat