Agar Muslim Kita bukan Sekedar Identitas

“Muslim itu bukan sekedar identitas, melainkan tercermin dalam tindakan nyata,” ungkap KH. Asrori Muzakki, Pengasuh PP Kayyisul Ummah, Mojokerto, dalam acara Liqo’ Syawal Tokoh Jatim 1447 H., dengan tema: Revitalisasi Mabda’ Islam, Menghantar Umat pada Kejayaan, di Java Paragon Surabaya, Ahad, 5/4/20026.

Seorang Muslim harus memiliki kepedulian terhadap sesamanya. “Seorang Muslim yang tidak memiliki kepedulian terhadap kondisi saudaranya sesama Muslim, maka ia tidak dianggap Muslim,” tambahnya.

Beliau mengutip sabda Nabi saw. riwayat al-Baihaki dari Anas bin Malik ra. : “Man lam yahtamma bi’amril muslimiina falaisa minhum, (Barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka dia bukan termasuk golongan mereka).”

Jangan sampai Muslim kita hanya identitas. “Agar Muslim kita bukan sekedar identitas, hendaknya ada pada diri kitacupaya atau keinginan untuk melakukan perubahan terhadap kondisi kaum Muslim saat ini, khususnya mereka yang tengah tertindas,” pintanya.

Perubahan sebagai sebuah proses, tindakan, atau keadaan peralihan dari suatu kondisi sebelumnya (awal) menjadi kondisi yang berbeda (sesudah), tidak boleh salah harus benar, agar tidak jalan di tempat.

Lakukan perubahan dengan berdasarkan Islam kaffah. “Perubahan yang benar adalah perubahan berdasarkan Islam kaffah, dan perubahan seperti ini hanya bisa diwujudkan di bawah naungan negara Khilafah Rasyidah ‘ala minhajin nubuwah,” pungkasnya. [] Muhammad Bajuri

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: