Biden ‘Trump Pecundang dan Korup’, FIWS: Cerminan Demokrasi AS
MediaUmat – Tudingan mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden bahwa Presiden AS Donald Trump “pecundang dan korup” dinilai bukan sekadar persoalan karakter pribadi semata, melainkan cerminan dari sistem demokrasi di Negara Paman Sam tersebut.
“Ketika Donald Trump terpilih dan sampai sekarang masih berkuasa, ini tidak bisa kita lihat sebagai karakter pribadi semata. Tapi inilah cerminan demokrasi Amerika,” ujar Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi kepada media-umat.com, Rabu (1/7/2026).
Menurut Farid, dalam sistem politik AS, seluruh arah kebijakan negara tidak lagi diukur berdasarkan nilai baik dan buruk, melainkan murni disetir oleh syahwat politik, kepentingan pemilik modal, kelompok lobi, dan korporasi besar.
Tanggapan ini merespons pidato Joe Biden di Maryland, Sabtu (27/6) lalu, yang menyerang Trump sebagai sosok “pecundang dan korup” terkait pembengkakan anggaran renovasi fasilitas publik dan rusaknya aliansi NATO. Namun, Farid menilai tudingan korupsi itu belum terbukti secara hukum dan lebih kental dengan aroma pertarungan politik elite menjelang pemilu paruh waktu.
Satu Arus dalam Imperialisme
Meski gaya kepemimpinan Trump dengan slogan America First, misalnya, kerap memicu kontroversi global dan memecah belah, Farid menegaskan, dalam urusan imperialisme dan dukungan penuh terhadap entitas Zionis Yahudi, kebijakan siapa pun presiden AS akan tetap sama.
“Demokrasi Amerika itu menunjukkan kuatnya kepentingan pemilik modal, kuatnya pengaruh perusahaan-perusahaan besar dan kelompok lobi. Dukungan terhadap Zionis Israel, siapa pun presidennya, tidak ada standar baik dan buruk dalam setiap ukuran kebijakan. Itulah Amerika,” tegasnya.
Maka itu, berkaca dari karut-marut politik AS tersebut, Farid mengimbau kaum Muslim dan para penguasa di dunia Islam untuk berhenti bersandar pada konstelasi politik Washington dan mulai membangun arah politik mandiri.
“Di situlah relevansi kenapa kemudian umat ini membutuhkan Khilafah ’ala Minhaj an-Nubuwwah, sebagai institusi politik global negara yang didasarkan kepada akidah Islam, diatur berdasarkan syariat Islam, yang akan membangun kekuatan politik global,” pungkasnya.[] Zainul Krian
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat