Iwan Januar: Pemerintah Kalah dengan Oligarki Pertambangan

 Iwan Januar: Pemerintah Kalah dengan Oligarki Pertambangan

MediaUmat Direktur Siyasah Institute Iwan Januar menilai krisis pasokan batu bara yang memicu blackout (pemadaman listrik bergilir dalam skala luas) di Jawa dan Bali menunjukkan pemerintah kalah dengan oligarki pertambangan.

“Hal ini mengundang pertanyaan sinis, ‘Di mana NKRI harga mati?’ yang justru pemerintah kalah dengan para oligarki pertambangan yang ujungnya rakyat yang dikorbankan,” ujarnya dalam video Listrik di Sumatra dan Jawa Padam, ‘PLN Perlu Beri Kompensasi’? di kanal YouTube Khilafah News, Rabu (24/6/2026).

Iwan mengatakan, pemerintah pada akhirnya mengakui pemadaman listrik bergilir di Jawa dan Bali dipicu oleh kurangnya pasokan batu bara untuk PLN, setelah sebelumnya membantah adanya kekurangan pasokan.

“Pemerintah akhirnya mengakui krisis pemadaman listrik disebabkan kurangnya pasokan batubara untuk PLN,” ujarnya.

Menurut Iwan, kekurangan pasokan tersebut terjadi karena perusahaan tambang keberatan menjual batu bara kepada PLN dengan harga Domestic Market Obligation (DMO) yang dinilai jauh di bawah harga acuan batu bara di pasar.

“Pemilik tambang keberatan dengan harga DMO sekitar 70 USD per ton, jauh di bawah harga acuan di atas 121 USD,” katanya.

Ia menilai, persoalan tersebut berakar pada sistem pengelolaan energi dan pertambangan yang memberikan ruang besar bagi kepentingan pemilik modal.

“Masalah utamanya adalah kapitalisasi di bidang energi dan pertambangan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Iwan menyatakan, kondisi tersebut tidak dapat diselesaikan selama pengelolaan sektor energi dan pertambangan masih menggunakan sistem yang ada saat ini.

“Persoalan ini tidak akan selesai selama masih menggunakan ideologi kapitalisme,” tegasnya.

Ia menambahkan, energi dan pertambangan semestinya dikelola sebagai milik umum oleh negara sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Dalam Islam, energi dan pertambangan adalah milik umum yang dikelola negara untuk masyarakat,” tutupnya.[] Ikbal

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *