FoCUS: Indonesia Harus Lebih Tegas daripada Rusia soal LGBT
MediaUmat – Merefleksikan tindakan tegas Rusia yang memenjarakan 3 orang gegara membikin gerakan LGBT, Analis dari Forum on Contemporary Ummah Studies (FoCUS) Iwan Januar mengatakan Indonesia sebagai mayoritas Muslim seharusnya bisa lebih tegas.
“Mestinya kaum Muslimin di tanah air lebih tegas ketimbang Rusia,” ujarnya kepada media-umat.com, Rabu (1/7/2026).
Iwan menuturkan, pertimbangan Rusia melarang LGBT adalah untuk melindungi anak, menjaga nilai-nilai tradisional, dan mempertahankan identitas nasional karena Presiden Vladimir Putin memandang isu LGBT sebagai alat politik liberalisme Barat.
“Nah untuk kita, umat Muslim, alasannya lebih kuat lagi. Mulai dari sisi ancaman sosial dan penyakit kelamin, perlindungan anak dan keluarga, dan yang paling mendasar ini amanat akidah Islam. Allah dan Rasul telah mengharamkan LBGT. Kalau mengaku mukmin tak ada toleran terhadap LGBTQ,” ujarnya.
Menurutnya, negeri Muslim harus lebih tegas dan berat lagi hukumannya dibanding Rusia sebab ini sudah menyangkut keyakinan atau keimanan.
“Ini bagian dari ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya. Apa lagi yang lebih tinggi dari selain itu? Islam melindungi manusia secara keturunan dan kelahiran, kehormatan. LGBTQ itu penyakit sosial yang harus disembuhkan dan dicegah. Mereka yang mau sembuh bisa dibantu dengan terapi, yang tidak mau sembuh ya harus berhadapan dengan sanksi pidana berat sampai tingkat hukuman mati,” tegasnya.
“Di sisi lain, kaum LGBTQ ini sampai berani merusak keluarga yang normal, merusak anak-anak dan remaja, termasuk terus menularkan berbagai penyakit kelamin,” imbuhnya.
Untuk menyelesaikan masalah LGBT, kata Iwan, harus dengan menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah karena dalam sistem demokrasi liberalisme tidak ada pernyataan LGBTQ sebagai penyakit sosial apalagi kejahatan.
“Demokrasi malah memberi ruang yang luas pada mereka. Menganggap mereka sebagai bagian masyarakat yang berhak hidup dan mendapat perlindungan hukum,” ungkapnya.
Ia menekankan, LGBTQ juga bagian dari proyek besar yang dirancang dan dibantu negara-negara Barat liberal macam AS, Inggris, dll. Juga dibantu lembaga-lembaga dunia seperti PBB.
“Maka jangan harap LGBTQ ini bisa tuntas tanpa hukum Islam. Dalam Islam umat manusia akan dikembalikan pada fitrahnya, dilindungi, dan para pelanggar fitrah ini dikenakan sanksi berat,” tandasnya.[] Achmad Mu’it
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat