Sistem Ekonomi Islam Bebas dari Ketergantungan, Bukan Isolasi dari Dunia
Negara-negara yang bergantung pada bunga (riba) untuk membiayai proyek-proyek mereka adalah negara-negara gagal yang terjebak dalam lingkaran setan: mereka meminjam untuk membayar utang sebelumnya, mengenakan pajak kepada warga negara mereka untuk membayar bunga (riba), dan memangkas layanan untuk menyenangkan para kreditur! Dengan demikian, ekonomi menjadi alat untuk memiskinkan rakyat alih-alih melayani mereka. Namun, dalam Islam, negara membiayai pengeluarannya dari sumber daya yang sah, mendistribusikan kekayaan sesuai dengan hukum Islam, mencegah monopoli, dan mengatur pasar tanpa membiarkan kekacauan terjadi.
Sistem ekonomi dalam Islam bukanlah isolasi dari dunia, melainkan pembebasan dari ketergantungan. Negara Islam terlibat dalam perdagangan, membuat perjanjian, serta impor dan ekspor, tetapi tidak tunduk pada hegemoni keuangan yang akan memaksanya untuk mengubah hukum atau kebijakannya. Keputusan ekonomi berasal dari ideologi Islam dan melayani kepentingan rakyat sebagaimana didefinisikan oleh hukum Islam, bukan menurut rekomendasi lembaga internasional (alraiah.net, 24/6/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat