Trump: Tanpa AS dan Tanpa Saya, Tidak akan Ada Negara Yahudi
Presiden AS Trump sekali lagi secara terbuka menegur Perdana Menteri entitas Yahudi Netanyahu di Evian, Prancis, tempat KTT G7 diadakan. Selama konferensi pers dengan Emir Qatar Tamim pada 16 Juni 2026, ia berkata: “Saya mengatakan kepada (Israel) bahwa saya tidak menyetujui serangannya terhadap Beirut, sehingga Netanyahu sekarang harus lebih bertanggung jawab terhadap Lebanon. Tanpa Amerika, tidak akan ada (Israel), dan tanpa saya, tidak akan ada (Israel).” (Al Jazeera, 16 Juni 2026).
Trump juga telah menegur Netanyahu awal bulan ini. Situs berita Amerika Axios mengutip dua sumber Amerika pada 1 Juni 2026 yang mengatakan bahwa Trump berkata kepada Netanyahu: “Akulah yang menyelamatkanmu. Jika bukan karena aku, kau akan berada di penjara. Kau gila, dan semua orang membencimu sekarang, dan membenci (Israel) karena itu.”
Entitas Yahudi berperan sebagai anak manja Amerika, berupaya menyerang sana-sini di bawah perlindungan Amerika Serikat, mengklaim sebagai negara merdeka besar dengan proyeknya sendiri untuk mengendalikan seluruh kawasan dengan nama “(Israel) Raya”. Perlu dicatat bahwa tanpa Amerika Serikat, mereka tidak dapat melakukan apa pun, seperti yang dinyatakan oleh presidennya, Trump, mereka tidak akan ada. Amerika Serikat mengakui entitas ini pada tahun 1948 dan telah mendukungnya dengan segala cara untuk memastikan kelangsungan hidupnya, dan menjadikan entitas ini sebagai alat kotornya di kawasan.
Amerika Serikat memberinya perlindungan melalui negara-negara di kawasan, dan mencegah mereka mengambil tindakan militer apa pun yang dapat membahayakan entitas Yahudia, terutama ketika entitas ini melakukan genosida di Gaza. Bahkan secara langsung maupun tidak langsung, negara-negara ini mengakui keberadaan entitas kriminal di kawasan. Negara mana pun yang menganjurkan solusi dua negara, maka dengan demikian ia mengakui pendudukan Yahudi atas sekitar 80% wilayah Palestina dan terlibat dalam kejahatannya. Para penguasanya dan mereka yang mendukungnya akan berdiri di hadapan Allah SWT dan mereka menghadapi petanggungjawaban yang berat (hizb-ut-tahrir.info, 18/6/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat