Jurnalis: Ibrahim Taat, Manusia Modern Banyak Maksiat
MediaUmat – Di balik ritual ibadah kurban yang diadakan setiap tahun, Jurnalis Joko Prasetyo (Om Joy) mengungkap perbedaan masalah ketaatan kepada Allah antara Nabi Ibrahim dan manusia saat ini yang malah banyak maksiat.
“Ketika Ibrahim taat, manusia modern malah banyak maksiat,” tuturnya kepada media-umat.com, Selasa (26/5/2026).
Om Joy mengisahkan ketika Nabi Ibrahim as diperintahkan menyembelih Ismail, putra yang begitu beliau cintai dan nantikan selama puluhan tahun.
“Secara manusiawi, perintah itu sangat berat. Namun yang lebih luar biasa, Ibrahim tidak membantah, tidak menawar, dan tidak merekayasa perintah Allah agar terasa lebih ringan,” ujarnya.
Menurutnya, di sinilah letak perbedaan besar antara keteladanan para nabi dan manusia hari ini.
“Manusia modern justru hidup di era yang serba ingin mudah, nyaman, cepat, dan minim pengorbanan. Teknologi berkembang pesat. AI mampu membantu manusia menulis, berbicara, mencari jawaban, bahkan mengambil keputusan,” ungkapnya.
Namun ironisnya, kata Om Joy, ketika teknologi semakin canggih, tidak sedikit manusia justru semakin sulit tunduk sepenuhnya kepada aturan Allah SWT.
“Padahal Allah SWT tidak pernah memerintahkan manusia modern menyembelih anaknya sendiri sebagaimana ujian yang diberikan kepada Nabi Ibrahim as,” tandasnya.
Om Joy mengatakan, kisah Ibrahim dan Ismail mengajarkan, keimanan sejati bukan hanya terlihat ketika perintah Allah terasa mudah, tetapi justru ketika syariat bertabrakan dengan hawa nafsu, rasa takut, kepentingan, dan tekanan dunia.
“Hari ini manusia terbiasa menimbang segala sesuatu berdasarkan tren, popularitas, keuntungan, opini publik, dan algoritma media sosial,” ungkapnya.
Akibatnya, kata Om Joy, ukuran benar dan salah perlahan bergeser dari wahyu menuju selera manusia.
“Padahal seorang Muslim sejati tidak menempatkan teknologi, algoritma, dan popularitas di atas syariat Allah SWT,” pungkasnya.[] Achmad Mu’it
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat