Redpel MU: Kalau Umat Bersatu Bisa Kalahkan AS
MediaUmat – Redaktur Pelaksana Tabloid Media Umat Mujiyanto menegaskan umat Islam memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan dunia apabila bersatu.
“Kalau umat Islam itu bersatu bisa mengalahkan Amerika,” tegasnya dalam siniar Mbois: Bocoran Tabloid Media Umat Edisi 403, Jumat (8/5/2026) di kanal YouTube Tabloid Media Umat.
Ia mengatakan selama ini pembahasan konflik global lebih banyak berfokus pada perkembangan perang dari hari ke hari. Padahal, menurutnya, konflik tersebut menunjukkan besarnya potensi umat Islam apabila bersatu.
“Kalau sudah banyak para analis itu berbincang tentang bagaimana perang itu sendiri day to day. Nah, ini makanan mereka-mereka yang harian. Kita ingin memperluas perspektif ini bagaimana sebenarnya di balik perang antara Iran dengan Amerika ini kita bisa mengambil pelajaran,” katanya.
Menurutnya, Amerika Serikat bukan kekuatan yang mustahil dikalahkan apabila umat Islam mampu menyatukan seluruh potensi yang dimiliki. Ia menilai dunia Islam saat ini mempunyai modal besar untuk kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan dunia.
“Apakah mungkin Amerika dikalahkan? Dalam perhitungan-perhitungan potensi Amerika bisa dikalahkan kalau ada syarat,” ujarnya.
Ia mengatakan syarat utama tersebut adalah persatuan umat Islam. Sebab, umat Islam memiliki jumlah penduduk besar, sumber daya alam melimpah, dan kekuatan militer yang tersebar di berbagai negara.
“Nah, inilah yang kita angkat di dalam edisi ini untuk menyadarkan kita sebenarnya kalau umat Islam itu bersatu bisa mengalahkan Amerika,” katanya.
Ia menilai dukungan umat Islam terhadap Iran menunjukkan adanya kerinduan terhadap kekuatan Islam yang mampu menghadapi hegemoni Amerika. Menurutnya, kondisi itu memperlihatkan besarnya harapan umat terhadap kebangkitan politik Islam.
“Toh kita sekarang ini senang kalau Iran menang kan. Kalau Amerika sedang dipukul itu senang banget,” ujarnya.
Menurutnya, umat Islam selama ini belum memiliki kekuatan yang mampu menghadapi Amerika secara langsung. Karena itu, ketika Iran mampu bertahan menghadapi tekanan Amerika, hal tersebut mendapat simpati dari umat Islam di berbagai negara.
“Begitu ada Iran itu mampu untuk menghadapi Amerika meskipun mungkin enggak bisa mengalahkan, tapi bertahan menghadapi Amerika itu membuat umat Islam di mana pun senang,” katanya.
Mujiyanto mengatakan dunia Islam sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan yang diperhitungkan dunia. Menurutnya, potensi tersebut akan menjadi kekuatan besar apabila disatukan.
“Andai saja potensi umat ini yang begitu besar disatukan itu sudah bukan lagi kita ini bertahan bahkan kita ini bisa menjadi kekuatan yang diperhitungkan di dunia,” ujarnya.
Ia menyebut umat Islam saat ini berjumlah sekitar 2,1 miliar jiwa dengan potensi sumber daya alam yang besar. Selain itu, dunia Islam juga memiliki jutaan tentara aktif yang tersebar di berbagai negara.
“Bahkan yang memperhitungkan kira-kira 7 juta sampai 10 juta tentara aktif itu ada di dunia Islam,” katanya.
Menurutnya, bila seluruh potensi tersebut disatukan, maka akan sulit bagi negara mana pun untuk menghadapi dunia Islam.
“Kalau itu kemudian bersatu, siapa yang bisa menghadapinya,” tegasnya.
Ia juga membandingkan kondisi dunia Islam dengan negara-negara Barat yang memiliki aliansi kuat seperti NATO. Menurutnya, negara-negara besar mampu membangun kekuatan karena memiliki persatuan dan kepentingan bersama.
“NATO bersatu dia,” ujarnya.
“Mereka ingin membangun satu ikatan itu. Nah, pertanyaannya adalah kenapa dunia Islam kok tidak mau bersatu?” lanjutnya.
Menurutnya, persatuan umat Islam akan melahirkan kekuatan besar yang mampu menghadapi dominasi Amerika dan Barat. Karena itu, dunia Islam dinilai memiliki peluang besar untuk kembali bangkit sebagai kekuatan global.
“Padahal kalau dia bersatu dia punya potensi yang besar untuk bangkit kembali menjadi raksasa yang bangun,” katanya.[] Zainard
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat