Akademisi: Tidak Boleh Ada Ancaman terhadap Kelompok Cendekiawan

 Akademisi: Tidak Boleh Ada Ancaman terhadap Kelompok Cendekiawan

MediaUmat Menyikapi pelaporan terhadap Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani dengan dugaan penghasutan karena menyerukan konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto, Associate Professor dalam bidang Sains, Teknologi, dan Masyarakat di Nanyang Technological University (NTU) Singapura Prof. Sulfikar Amir, Ph.D. menyatakan tidak boleh ada ancaman terhadap kelompok cendekiawan.

Mustinya tidak boleh ada ancaman terhadap kelompok cendekiawan,” tuturnya pada acara SPEAK UP, Prof. Sulfikar: Pengamat Tidak Inflasi. Kritikan Bukan Upaya Makar|# SPEAK UP, Sabtu (18/4/2026) di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP.

Karena, jelas Sulfikar, kelompok cendekiawan itu hanya bermodalkan kata-kata.

“Modalnya apa sih? Kata-kata. Enggak punya senjata, enggak punya pisau, enggak punya senapan api, enggak punya tank. Enggak mungkin mereka melakukan makar kemudian menyerang Istana,” bebernya.

Menurut Sulfikar, yang memiliki berbagai jenis persenjataan lengkap itu penguasa atau pemerintah negara. Karena mereka yang menguasai polisi dan tentara.

Cendekiawan itu, lanjutnya, hanya memiliki kata-kata. Mereka menulis, mereka membuat podcast, menyatakan keprihatinan mereka. Mereka mengkritik, menghitung kebijakan-kebijakan pemerintah yang secara kalkulasi bisa salah.

“Modalnya cuma itu. Kata-kata dan akal,” ujarnya.

Kemudian ia memberikan contoh kasus yang terjadi di AS dua pekan lalu.

“Dua minggu yang lalu, ada 8 juta warga AS dari berbagai kota: New York, Chicago, Los Angeles, San Francisco dan kota-kota kecil lainya turun ke jalan dengan satu tuntutan yaitu turunkan Donal Trump. Tapi Trump tenang saja,” ujarnya.

“Ini satu orang saja yang bersuara sudah diancam macam-macam,” cecarnya.

Terakhir ia menegaskan bahwa negara ini tidak bisa disebut sebagai negara demokrasi.

“Kita tidak bisa mengatakan negara ini demokratis karena tindakan-tindakan represif masih dilakukan dan warga masih takut untuk mengkritik pemerintah,” tegasnya.

Adapun pihak-pihak yang telah melaporkan Saiful Mujani di antaranya adalah Presidium Kebangsaan 08; MPSI; Aliansi Masyarakat Jakarta Timur dan ditambah beberapa pelapor individu (warga).[] Nur Salamah

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *