MSPI: Posisi Geografis Berpengaruh Besar dalam Masalah Politik

 MSPI: Posisi Geografis Berpengaruh Besar dalam Masalah Politik

MediaUmat Merespons kebijakan Iran yang menutup Selat Hormuz untuk kapal-kapal milik AS dan sekutunya, Peneliti Masyarakat Sosial Politik Indonesia Dr. Riyan, M.Ag. menyatakan posisi geografis berpengaruh besar dalam masalah politik.

“Nah ini secara geopolitik, artinya posisi geografis itu ternyata berpengaruh besar dalam masalah politik,” ujarnya dalam Kajian Siyasiy: Ada Apa di Balik Selat Hormuz, Demo Anti Trump, dan Mundurnya Kabais TNI? di kanal YouTube Ngaji Subuh, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, seperti sekarang, ketika Iran itu diserang, dia kemudian tidak sekadar melakukan pembalasan dengan meluncurkan rudal-rudal jarak jauhnya, tetapi juga menutup jalur-jalur dalam hal ini adalah Selat Hormuz.

Riyan berpendapat, penutupan Selat Hormuz oleh Iran ini kemudian membuat perang ini, bukan hanya terjadi kepada kedua belah pihak, Iran dan Amerika serta entitas Yahudi di dua sisi. (Namun juga terjadi kepada negara-negara lain). “Karena ternyata yang lain kepanasan,” imbuhnya.

Kenapa kepanasan, Riyan menjelaskan, (karena) mereka merasakan dampak (dari penutupan Selat Hormuz).

“Saya mau ekspor minyak, ekspor LNG, gas, enggak bisa karena dibatasi. Logikanya sederhana saja, kalau tak bisa keluar minyak itu, tentu tidak ada transaksi, kalau tidak ada terjadi transaksi, tentu ekonomi tidak akan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” terangnya.

Posisi Strategis

Sebelumnya, Riyan menjelaskan posisi yang sangat strategis dari Selat Hormuz.

Posisi Selat Hormuz itu rute penting untuk transportasi minyak dunia. “Jadi, dengan posisi yang sangat strategis ini, dia (Selat Hormuz) itu kemudian menjadi tempat di mana minyak-minyak yang dihasilkan oleh negara-negara Teluk, khususnya Arab Saudi, kemudian Qatar, kemudian Uni Emirat Arab, itu untuk bisa melalui jalur yang paling pendek,” ungkapnya.

Dan jalur yang paling pendek ini, sebut Riyan, tentu nanti akan berdampak pada biaya yang semakin murah.

“Makanya, ketika sekarang ini jalur tersebut dikontrol. Sebenarnya tidak ditutup secara seratus persen. Karena ada kapal-kapal yang kemudian tetap (melewati),” ujarnya.

Riyan mengutip pernyataan pejabat Iran yang mengatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, kecuali (untuk) kapal-kapal yang berafiliasi kepada Amerika dan entitas Yahudi.

“Tetap terbuka Selat Hormuz itu, kecuali yang berafiliasi kepada apa yang mereka sebut sebagai musuh, ya tentu saja jelas, musuh itu Amerika dan entitas Yahudi dan sekutu-sekutunya,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *