Pengumuman Hasil Penelusuran Hilal Syawal 1447 H dan Ucapan Selamat Idul Fithri al-Mubarak
الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله… الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.
Bismillâh ar-rahmân ar-rahîm. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah beserta keluarga, para sahabat dan siapa saja yang mengikuti beliau.
Imam Muslim telah mengeluarkan di Shahîh-nya dari jalur Muhammad bin Ziyad, ia berkata: “Aku mendengar Abu Hurairah ra. berkata: “Rasulullah saw bersabda:
«صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِيَ عَلَيْكُمْ فَعُدُّوا ثَلَاثِينَ»
“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya, dan jika tertutup mendung bagi kalian maka hitunglah (genapkan) tiga puluh hari”.
Dan setelah menelusuri hilal Syawal pada malam yang penuh berkah ini, malam Kamis, maka telah terbukti rukyat hilal dengan rukyat syar’i dan hal itu di beberapa negeri kaum Muslim. Atas dasar itu maka besok, Kamis adalah hari pertama bulan Syawal dan hari pertama Idul Fithri yang penuh berkah.
Pada kesempatan ini, saya menyampaikan ucapan selamat saya dan ucapan selamat dari kepala Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir dan seluruh karyawannya kepada Amir Hizbut Tahrir, al-‘alim al-jalil Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah, seraya memohon kepada Allah agar menganugerahkan kemenangan kepada beliau dan meneguhkan kekuasaan untuk Islam dan kaum Muslim melalui kedua tangan beliau, sehingga Umat membaiat beliau sebagai Khalifah untuk Umat sesegera mungkin.
Dan Hizbut Tahrir dengan Amirnya dan syababnya di seluruh dunia memohon kepada Allah SWT agar Idul Fithri tahun ini menjadi kabar gembira untuk Umat Islam dan agar Idul Fithri kembali kepada Umat dan Allah telah menganugerahi Umat dengan kekuasaan, peneguhan kekuasaan dan keamanan.
Idul Fithri tahun ini tiba di tengah peristiwa-peristiwa yang berkembang cepat di negeri kaum Muslim yang mengukir pelajaran dan wawasan ke dalam hati nurani umat Islam, mengguncangnya dan membebaskan umat dari kerancuan dan ilusi-ilusi. Telah tampak dengan sangat jelas bagi umat Muslim, dan dengan bukti qath’i, bahwa mencari bantuan dari kaum kafir Barat penjajah, atau melayani kepentingan mereka untuk mendapatkan kerelaan mereka, atau bahkan dengan dalih menghindari bahaya mereka, hanyalah sebuah perdagangan yang merugi yang pelakunya hanya meraih kehinaan di dunia dan akhirat.
Para penguasa negeri-negeri kaum Muslim telah memberikan miliaran, lalu triliunan dolar dari kekayaan Umat Islam kepada Trump dengan dalih membeli perlindungan dari Amerika, dan ternyata Amerika memicu perang di negeri mereka. Bahkan, Trump memaksa mereka untuk terjun berperang bersamanya demi merealisasi kepentingan-kepentingannya.
Demikian pula Iran, yang tetap beredar dalam orbit Amerika selama beberapa dekade dan berkoordinasi dengan Amerika dalam pendudukannya atas Afghanistan dan Irak, sampai-sampai salah seorang mantan presiden Iran menyatakan bahwa jika bukan karena Iran, niscaya Amerika gagal menduduki kedua negeri tersebut.. Meski demikian, sekarang Amerika tidak mengakui Iran dengan baik dan menyatakan perang terhadapnya, bahkan membunuh Pemimpin Tertingginya sendiri dan berusaha menggulingkan rezimnya.
Sungguh apa yang terjadi di negeri-negeri kaum Muslim membuat kita berdiri di depan dua masalah:
Masalah pertama, yaitu bahwa semua seruan untuk tunduk kepada Barat kafir penjajah, baik untuk menghindari bahayanya atau untuk mendapatkan dukungannya, tidak lain adalah bunuh diri politik yang hanya akan membawa kehancuran dan malapetaka bagi mereka yang menyerukan hal tersebut, sebagaimana telah dibuktikan oleh peristiwa-peristiwa yang ada. Lebih jauh lagi, hal itu adalah haram, menyalahi manhaj Rasulullah saw dan apa yang ditempuh oleh para Khalifah yang mendapat petunjuk, dan mendatangkan kemurkaan Allah SWT di dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاء تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُم مِّنَ الْحَقِّ﴾
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu” (TQS al-Mumtahanah [60]: 1).
Masalah kedua adalah bahwa kaum Muslim tidak boleh tertipu oleh klaim-klaim dari Barat kafir penjajah dan agen-agennya, bahwa bangsa-bangsa Muslim tidak mampu merebut kembali kekuasaan mereka. Kemampuan yang ada pada Barat terbatas pada apa yang terlihat mata. Amerika, yang militernya dipuji dunia sebagai yang terkuat, telah tidak mampu merealisasi apa yang ia ilusikan kepada dunia bahwa perangnya dengan Iran akan mudah, mirip dengan tindakannya di Venezuela. Ternyata perang tersebut telah berlarut-larut dan menjadi lebih kompleks, menempatkan Trump dan kroni-kroninya dalam posisi sulit. Mereka senang melemparkan kebohongan demi kebohongan tentang keberhasilan mereka dalam melenyapkan kemampuan militer Iran, sementara ia sedang mati-matian mencari jalan keluar dari kesulitan mereka.
Karena itu, pada momen yang diberkahi ini, kami menyeru Umat Islam untuk merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita, terlepas dari keinginan musuh-musuhnya. Dan untuk menjadikan Idul Fitri tahun ini sebagai stasiun untuk menantikan kemenangan dan peneguhan kekuasaan. Dan untuk mengingat bahwa al-Khilafah adalah sistem politik yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw., sistem politik yang diterapkan oleh para Sahabat ridhwanullah ‘alayhim, dan sistem yang menjamin kemuliaan untuk umat Islam sepanjang sejarahnya. Tidak ada kemuliaan untuk umat Islam kecuali di bawah naungan al-Khilafah. Oleh karena itu, umat Islam sekarang harus melibatkan diri dalam perjuangan untuk mengembalikannya dan menjadikannya sebagai agenda avital umat Islam.
Dan sungguh, syabab Hizbut Tahrir telah menyiapkan bekal untuk mengembalikan kewajiban agung ini berupa tsaqafah islamiyah dan kesadaran politik. Mereka ada di tengah kalian dan bersama kalian mengulurkan tangan mereka kepada kalian, semoga Allah memberi taufik kepada kami dan kalian kepada pertolongan dan peneguhan kekuasaan. Rasulullah saw telah memberikan kabar gembira apa yang ada setelah pemerintaha diktator dalam hadis yang diriwayatkan oleh Hudzifah ketika ia berkata: “Rasulullah saw bersabda:
«ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ، ثُمَّ سَكَتَ»
“Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam”.
Hari Raya kalian yang penuh berkah
Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.
Malam Kamis, 1 Syawal `1447 H – 19 Maret 2026 M
Ir, Shalahuddin ‘Adhadhah
Direktur Kantor Media Pusat
Hizbut Tahrir
https://hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/pressreleases/markazy/cmo/108471.html