Begini Sikap Khalifah Umar bin Khattab Menghadapi Krisis Ekonomi

 Begini Sikap Khalifah Umar bin Khattab Menghadapi Krisis Ekonomi

MediaUmat Peneliti Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. Riyan memaparkan sikap kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab dalam menghadapi krisis ekonomi besar.

“Ini bukan kisah fiksi. Ini kisah kepemimpinan sejati yang nyata. Ini adalah kisah Khalifah Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu saat menghadapi krisis ekonomi terbesar di masanya,” ujarnya dalam video Kisah Khilafah: Strategi Umar bin Khattab Menghadapi Krisis, Selasa di kanal YouTube Rayah TV.

Ia menggambarkan kondisi krisis pangan yang berlangsung selama sembilan bulan ketika itu.

“Langit digambarkan seperti tertutup debu, hewan ternak mati, dan sebagian masyarakat terpaksa memakan bangkai karena tidak ada pilihan,” kisahnya.

Di tengah krisis tersebut, lanjut Riyan, sebagai pemimpin Khalifah Umar tidak hidup dalam kemewahan. Tidak duduk di istana, tidak makan enak, dan tidak bersembunyi di balik protokol.

Khalifah Umar, ungkapnya, justru berkata, “Bagaimana aku bisa merasakan penderitaan rakyat? Jika aku tidak merasakan apa yang mereka rasakan.”

Peristiwa itu, sebut Riyan, dikenal sebagai Tahun Kelabu atau Tahun Paceklik (Aam ar-Ramadah).

Saat krisis melanda, tuturnya, Khalifah Umar diberi roti dan mentega, makanan yang dianggap mewah. Seorang badui memakannya dengan lahap. Umar kemudian bertanya, “Sepertinya engkau sangat membutuhkannya.” Badui itu menjawab, “Aku sudah lama tidak melihat makanan seperti ini.”

Pada saat itu, kata Riyan, Khalifah Umar pun bersumpah tidak akan memakan daging dan mentega sampai rakyatnya kembali sejahtera.

“Dan ini bukan slogan, ini benar-benar dilakukan. Kulitnya disebut berubah menjadi gelap karena hanya makan roti dan minyak. Perutnya berbunyi karena lapar, hingga ia berkata, ‘Berbunyi atau tidak, kita tidak punya selain ini sampai rakyat kenyang’,” kagum Riyan.

“Keluarganya pun tidak mendapatkan keistimewaan. Ketika anaknya memakan semangka, Umar menegur, “Bagaimana engkau makan buah, sementara umat Muhammad kurus kering?” tambah Riyan.[] Muhar

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *