160 Anak Tewas, Mantan Intel AS: Kitalah Terorisnya

MediaUmat – Mantan Perwira Intelijen Kontraterorisme Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) Josephine Guilbeau, secara terbuka menuding negaranya sendiri sebagai pelaku terorisme menyusul insiden pengeboman sebuah sekolah dasar putri di Minab, Iran, pada 28 Februari 2026 yang menewaskan sedikitnya 160 anak.

“Aku bisa mengatakan ini sebagai mantan petugas kontraterorisme, kitalah terorisnya, kitalah pihak jahatnya,” tegas Guilbeau, 26 Maret 2026 dalam pidato yang disiarkan Veterans for Peace di National Press Club, Washington, DC, yang kini viral di media sosial Indonesia terutama di TikTok.

Mantan kapten dengan pengalaman 17 tahun di DIA, ODNI, NSA, dan DHS ini menyatakan bahwa kecanggihan citra satelit dan kamera real-time pada rudal Tomahawk tidak menyisakan ruang untuk alasan salah sasaran.

“Tanpa keraguan itu terlihat jelas sebagai sebuah sekolah jika dilihat melalui citra satelit. Itu sangat jelas,” ujarnya.

Guilbeau membeberkan, serangan bertubi-tubi yang dimulai pukul 10.00 pagi itu menghancurkan gedung utama hingga ruang evakuasi.

“Serangan pertama menghantam sekolah. Anak-anak kemudian dipindahkan ke ruang doa. Serangan kedua, menghantam ruang doa, 163 anak tewas,” tutur Guilbeau.

Ia mengecam tiadanya evaluasi dari komando militer maupun Kongres AS setelah insiden tersebut.

“Tidak ada, hening, kebohongan, alasan siapa sebenarnya terorisnya? Siapa yang menjadi orang jahat dalam cerita ini?” gugatnya.

Di akhir pidatonya, Guilbeau menyerukan peringatan keras kepada kapal perang lain, USS Tripoli, untuk segera berbalik arah.

“Hentikan kapal itu sekarang, putar balik kapal itu sekarang. Kamu akan terlibat dalam kejahatan perang dan kematian,” pungkasnya.[] Zainul Krian

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: