Usulan Densus 88 Dibubarkan Sangat Aspiratif
Mediaumat.news – Terlepas bahwa Partai Gerindra menjadi barisan Rezim Jokowi saat ini, usulan dari Fadli Zon yang menginginkan Densus 88 Antiteror dibubarkan, dinilai sangat objektif dan aspiratif. “Usulan dari Saudara Fadli Zon ini sangat objektif dan aspiratif,” ujar Aktivis Gerakan Islam Ahmad Khazinuddin kepada Mediaumat.news, Rabu (13/10/2021).
Seperti dikutip dari Republika.co.id (12/10), Politikus Gerindra Arief Poyuono telah menuduh Fadli Zon, dari partai yang sama, mempunyai hubungan khusus dengan jaringan terorisme. Bahkan sebelumnya, alasan Fadli menyarankan Densus 88 dibubarkan akibat menggunakan narasi berbau Islamofobia dalam menunaikan fungsinya. “Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas,” demikian cuitan Fadli di akun Twitter-nya, Rabu (6/10).
Senada dengan Fadli, Ahmad juga mengatakan, sejak didirikan sampai sekarang, Densus 88 malah banyak menimbulkan mudarat ketimbang manfaat. “Sudah berapa nyawa yang mati oleh Densus 88, dan berapa nyawa tadi terjadi dengan extra judicial killing, jadi pembunuhan di luar proses pengadilan,” bongkarnya.
“Padahal Densus 88 itu adalah bagian dari aparat penegak hukum,” tambahnya.
Sehingga apa yang disampaikan Arief Poyuono, menurut Ahmad cukup dikesampingkan saja. Justru, tegasnya, yang terpenting adalah melihat aspirasi objektif dan bahkan mewakili kehendak publik dari Fadli Zon, lantas bisa digulirkan sehingga pembubaran Densus 88 menjadi kenyataan.
Tak hanya itu, yang tidak kalah penting untuk disadari dari tuduhan tersebut adalah ada narasi kalau kontra Densus dianggap begian dari teroris, atau kalau ingin bubarkan Densus dianggap pro teroris. “Padahal kan sebenarnya yang harus dievaluasi itu Densusnya. Dan tentu saja termasuk di dalamnya adalah harus dievaluasi ulang apa sih yang disebut dengan war on terrorism?” tandasnya.
Substansi WoT
Ahmad menuturkan, substansi war on terrorism (WoT), hakikatnya adalah war on Islam atau perang melawan Islam. Sebagaimana yang kerap terjadi, betapa umat Islam menjadi korban sekaligus dituduh sebagai pelakunya. “Apakah Amerika yang menduduki Irak dan membunuh jutaan rakyat Irak itu disebut teroris? Nyatanya tidak,” ungkapnya.
Dengan demikian, Ahmad mengajak semua elemen anak bangsa mengevaluasi kinerja Densus 88. Karena di samping anggarannya luar biasa besar, lembaga tersebut memang sering menimbulkan dampak mudarat bagi umat dan hanya menimbulkan kegaduhan.
Ia juga berharap agar umat semakin cerdas melihat narasi bahwa kontra Densus justru termasuk bagian dari upaya menyelamatkan bangsa. “Jadi sebenarnya Arif Poyuono ini adalah bagian dari suara rezim yang memang membenci terhadap umat Islam. Dan ini harus kita lawan,” pungkasnya.[] Zainul Krian