UIY: Rajin Ngaji tapi Tetap Maksiat, karena Pemahaman Tak Terikat Akidah
MediaUmat – Menanggapi pertanyaan warganet tentang fenomena orang yang rajin mengikuti pengajian namun masih terjerumus dalam maksiat, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menilai persoalan tersebut muncul ketika pemahaman agama tidak terikat dengan akidah sebagai dasar pengarah perilaku.
“Ini ada dua hal yang mestinya terhubung tapi tidak terhubung. Satu sisi ngaji itu bagus, dia meningkatkan pemahaman terhadap ajaran Islam. Hanya pemahaman itu tidak diikat dengan akidah,” ujar UIY saat merespons pertanyaan warganet dalam siniar Ngaji Tapi Masih Maksiat yang ditayangkan di short YouTube UIY Official, Selasa (13/1/2026).
UIY menegaskan, ilmu agama seharusnya berfungsi sebagai tolok ukur dalam berperilaku. Ketika pemahaman tidak dijadikan standar tindakan, akidah tidak bekerja sebagai pengikat amal.
“Pemahaman itu tidak dijadikan sebagai mafhum [pemahaman], tidak dijadikan sebagai miqyas [patokan] atau tolok ukur perbuatan. Dia akhirnya berhenti pada pengetahuan itu saja,” jelasnya.
Menurut UIY, jika seseorang telah memahami ajaran Islam namun tetap mengabaikannya dalam praktik kehidupan, maka yang bermasalah bukan aktivitas mengajinya, melainkan sikap terhadap ilmu yang sudah diketahui.
“Dia sudah paham, tapi dia mengabaikan pemahaman itu. Ini sesuatu yang tentu saja sangat tidak elok dan pada akhirnya akan merugikan,” tegas UIY.
Menanggapi anggapan bahwa mengaji menjadi sia-sia ketika pelakunya masih terjerumus dalam maksiat, UIY mengingatkan agar umat tidak terjebak pada cara pandang yang keliru dan justru menjauh dari pengajian.
“Jangan berhenti ngaji. Jangan dibilang, ‘Percuma kamu ngaji tapi tetap maksiat.’ Jangan,” katanya.
UIY menjelaskan, dalam diri seorang Muslim, ketaatan dan kemaksiatan tidak mungkin berjalan beriringan secara terus-menerus. Salah satunya pasti akan mengalahkan yang lain.
“Nanti pasti akan berhadapan dengan dua pilihan: terus maksiat berhenti ngaji, atau terus ngaji berhenti maksiat. Tidak mungkin dua hal yang bertentangan itu terus-menerus,” ujarnya.
UIY menegaskan, harapannya agar umat tetap istiqamah dalam mengaji dan mengkaji Islam, sehingga perilaku maksiatlah yang pada akhirnya ditinggalkan.
“Kita berharap yang kalah adalah maksiatnya karena dia terus mengkaji,” pungkas UIY.[] Zainard
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat