MediaUmat – Banyaknya peristiwa monumental pada bulan Rajab––kemenangan pada Perang Tabuk, Perang Yarmuk, Pembebasan Baitul Maqdis, dll––yang jelas memerlukan energi yang tidak ringan, menurut Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY), karena lahir semangat besar pada diri kaum Muslim ketika memasuki bulan Rajab.
“Lahir semangat besar pada diri Rasulullah SAW, para sahabat, dan generasi setelahnya ketika memasuki bulan Rajab. Semangat ini tidak hanya tercermin dalam ibadah personal, tetapi juga dalam kesiapan menghadapi tantangan besar yang menentukan perjalanan sejarah umat Islam (dengan berbagai peristiwa monumental),” ujarnya dalam siniar Kemenangan di Bulan Rajab, Sabtu (10/1/2026) yang ditayangkan kanal YouTube UIY Official.
Pasalnya, jelas UIY, bulan Rajab itu termasuk salah satu dari empat bulan haram, bulan yang mulia, bulan suci yakni Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.
“Allah mengingatkan, fala tadzlimu fihinna anfusakum. Jangan engkau menzalimi diri kalian di bulan-bulan haram itu,” jelas UIY.
Menurutnya, larangan menzalimi diri di bulan-bulan haram menunjukkan bahwa standar ketakwaan umat Islam dinaikkan. Karena itu, para ulama memahami bahwa pahala ketaatan dilipatgandakan, demikian pula dosa dan kemaksiatan.
“Makanya kita bisa memahami kenapa di bulan Rajab itu ada banyak peristiwa monumental, penaklukan Baitul Maqdis [di masa Khalifah Umar bin Khaththab], Perang Tabuk, Yarmuk, sampai [penaklukan Baitul Maqdis di masa] Shalahuddin al-Ayyubi,” ujarnya.
UIY menegaskan, kemenangan-kemenangan besar umat Islam tidak diraih karena keunggulan material. Dalam banyak pertempuran, pasukan Muslim justru berada dalam kondisi kalah jumlah dan kalah perlengkapan dibanding musuh-musuhnya.
“Dalam sejarah, pasukan umat Islam itu hampir selalu outnumbered. Jumlahnya lebih sedikit, perlengkapannya juga jauh,” ungkapnya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak melemahkan tekad umat Islam. UIY menyebut terdapat dua kunci utama yang selalu dipegang kaum Muslim dalam menghadapi peperangan dan tantangan besar: keyakinan bahwa menegakkan risalah Islam adalah kewajiban, serta keimanan bahwa kekuatan sejati bersumber dari pertolongan Allah SWT.
“Umat Islam memahami bahwa sekali itu kewajiban, maka kewajiban itu harus ditunaikan,” tegasnya.
Keyakinan terhadap pertolongan Allah inilah yang, menurut UIY, memberikan kekuatan berlipat ganda kepada umat Islam, bahkan ketika berhadapan dengan kekuatan besar dan ditakuti pada masanya.
“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah. Ketika Allah sudah menolong, maka tidak ada yang bisa mengalahkan,” ujar UIY.
Dengan landasan iman dan pemahaman tersebut, UIY menilai umat Islam mampu mencatatkan kemenangan-kemenangan besar dalam sejarah, meskipun secara kasat mata berada dalam posisi lemah.
“Dengan semangat dan keyakinan akan pertolongan Allah itulah, semua perang besar itu bisa dimenangkan oleh umat Islam,” kata UIY.
Ia juga mengingatkan, agar bulan Rajab dijadikan sebagai bulan penyadaran umat, momentum untuk meraih kemenangan dengan menunaikan kewajiban menegakkan risalah Allah sebagaimana yang dicontohkan dalam sejarah Islam.[] Zainard
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat