UIY: Mengapa Syariah yang Dianggap Ancam Indonesia?

MediaUmat Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mempertanyakan narasi sesat yang menuding syariah sebagai ancaman bagi Indonesia.

“Kenapa kemudian dikatakan bahwa syariah ini mengancam negeri ini?” ungkapnya dalam siniar Tidak Cocok dengan NKRI? di kanal YouTube UIY Official, Kamis (19/6/2025).

Mestinya, tegas UIY, orang-orang penegak sekularisme dan kapitalismelah yang disebut mengancam negeri ini.

“Mestinya harus dikatakan bahwa merekalah yang mengancam negeri ini… mereka-mereka yang sekularis kapitalistik itu!” tegas UIY.

Apalagi, bebernya, korupsi yang dilakukan mereka sekarang ini sudah bukan korupsi ecek-ecek lagi. Sudah pada level yang luar biasa. Bukan hanya triliunan tapi puluhan bahkan ratusan triliun tapi dihukum dengan sangat ringan.

Namun ironisnya, sebut UIY, bukan kapitalisme yang dituding sebagai ancaman terhadap bangsa, melainkan syariah yang justru menawarkan solusi atas kerusakan yang ada.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia merdeka atas nama rahmat Allah. Maka adalah bentuk pengkhianatan terhadap sejarah jika hukum Allah justru ditolak dan diposisikan sebagai musuh negara.

“Bahwa negeri ini disebut merdeka atas berkat rahmat Allah, tidak mungkin disebut Allah lalu kita tolak hukum-Nya,” jelasnya.

UIY menambahkan, syariah justru paling merepresentasikan cita-cita rakyat Indonesia—yakni keadilan, kesejahteraan, dan ketertiban—sesuatu yang gagal diwujudkan oleh sistem kapitalisme yang korup.

“Siapa yang tidak menginginkan keadilan? Siapa yang tidak menginginkan kesejahteraan, keamanan, ketertiban? Tidak ada. Dan itu yang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir melalui seruan penegakan syariah secara kaffah,” jelasnya.

Ia juga menyebut sistem kapitalisme yang terus dipertahankan elite politik sebagai pintu masuk penjajahan gaya baru. Negara dikuasai oleh kepentingan korporasi asing, utang luar negeri, dan oligarki politik yang mengabaikan suara rakyat.

“Justru merekalah yang harus dikatakan tidak mewakili kepentingan rakyat Indonesia. Mereka hanya mewakili kepentingan korporat dan itu terbukti,” ujar UIY.

Karena itu, perjuangan Hizbut Tahrir dalam menyerukan penerapan syariah bukanlah ancaman, melainkan bentuk tanggung jawab ideologis untuk menyelamatkan negeri dari jurang kehancuran.

“Hizbut Tahrir melalui seruan penerapan syariah itu bisa menjelaskan bagaimana sistem ekonomi berdasar syariah itu akan menghasilkan sistem ekonomi yang tumbuh, sustain, stabil dan adil sekaligus,” pungkasnya.[] Zainard

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: