UIY: Jika Ada Kemauan Ternyata Dunia Islam Itu Memiliki Kemampuan

MediaUmat Menanggapi serangan balasan Iran terhadap Israel, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengungkapkan jika ada kemauan, ternyata dunia Islam itu memiliki kemampuan.

“Saya kira ini perkembangan yang sangat menarik, yang membuktikan bahwa jika ada kemauan, ternyata dunia Islam itu memiliki kemampuan,” ujarnya dalam Fokus: Perang Iran Israel, Akhir Negara Zionis? di kanal YouTube UIY Official, Ahad (22/6/2025).

Menurutnya, serangan Iran itu juga sangat membuktikan apa-apa yang digembar-gemborkan oleh Israel selama ini, oleh sekutunya, bahwa Israel adalah negara dengan pertahanan udara terkuat di dunia, iron dome atau apa pun namanya itu, ternyata bisa dibuktikan itu hanya klaim saja.

“Dan ternyata publik dunia menyaksikan bahwa pertahanan itu tidaklah seperti yang mereka katakan,” ucapnya.

Secara Psikologis

Ia memandang, secara psikologis itu memberikan kepercayaan yang sangat penting kepada lawan-lawan Israel khususnya dunia Islam ternyata Israel itu bukanlah negara yang tak bisa disentuh, bukanlah negara yang tak bisa dijamah, bukanlah negara yang tidak bisa diserang.

“Bahkan kemudian, kalau betul di berita, saya kira Israel itu menghadapi kekacauan luar biasa,” ungkapnya.

UIY menggambarkan ada dua titik penting yang berhasil disasar oleh rudal-rudal Iran.

“Yang pertama adalah pusat produksi migas, yang itu akan berakibat pasti gangguan terhadap pasokan migas di Israel. Kerugian diperkirakan lebih dari 300 triliun,” terangnya.

Kemudian yang kedua, adalah institut Weizmann (Weizmann Institute), yang itu digambarkan sebagai pusat kecerdasan Israel, dan itu dibangun bahkan sebelum Israel itu berdiri.

“Kehancuran itu tidak mudah diperbaiki dalam kurun, dalam waktu puluhan tahun mendatang, karena semua data, semua temuan, semua invention, semua riset segala macam itu hancur,” jelas UIY.

Awal Kehancuran Entitas Zionis

Menurutnya, jika benar yang di berita itu, atau informasi itu, ini juga menjadi awal yang sangat penting untuk proses apa yang tadi dikatakan sebagai awal dari kehancuran entitas Zionis ini.

“Tapi tentu ini pasti tidak mudah, oleh karena bagi Amerika, Israel itu adalah Amerika kecil untuk Timur Tengah, dan sepanjang Israel masih ada, maka Amerika itu akan terus bisa memanfaatkan posisi Israel itu atas rezim-rezim yang ada di sana, khususnya negara-negara yang berbatasan langsung dengan Israel. Yordan, kemudian Mesir, Libanon, dan seterusnya,” bebernya.

Jika Israel itu tidak ada, sambungnya, tentu saja tidak ada alasan bagi Amerika untuk terus menekan, menakut-nakuti (rezim-rezim di Timur Tengah).

Anjing Herder

UIY mengibaratkan keberadaan entitas Zionis di Timur Tengah sebagai anjing herder.

“Nah, itu kan (entitas Zionis) ibarat anjing herder. Jadi, penguasa di Timur Tengah itu selalu takut oleh karena ada herder di sana,” ungkapnya.

Ia mencontohkan bagaimana ketakutan rezim Mesir terhadap aksi Global March to Gaza.

“Sebagaimana kita saksikan di Mesir, Global March to Gaza saja, itu begitu rupa, misi kemanusiaan saja dihalangi atau dibatasi,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: