MediaUmat – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengatakan, dakwah itu bukti cinta.
“Dakwah itu adalah bukti cinta. Cinta kepada sesama manusia. Nabi Muhammad SAW dulu berdakwah itu karena cintanya kepada sesama manusia. Ketika beliau meninggal apa yang dikatakan? Ummatii… Ummatii… (Umatku… Umatku…),” ungkapnya dalam video Buat Apa Dakwah? di kanal YouTube Khilafah News, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, publisitas kriminalitas dan kemaksiatan hari ini sangat masif. Jika ini dibiarkan, akan menjadi inspirasi bagi munculnya kriminalitas dan kemaksiatan baru.
“Ketika kriminalitas, kemaksiatan, itu dibiarkan maka nanti akan sampai pada apa yang disebut lumrahisasi. Publikasi sedemikian rupa, kemudian orang akan merasa bahwa kemaksiatan, kriminalitas, seperti itu perkara yang lumrah,” jelasnya.
Ia mencontohkan, hari ini banyak orang yang tidak shalat, mabuk-mabukan, LGBT, dianggap sebagai suatu hal yang biasa. “Itulah lumrahisasi. Dan itu sangat berbahaya, karena orang menganggap itu semua bukanlah kesalahan atau kejahatan,” tandasnya.
Contoh yang lain, sambungnya, saat perzinaan dianggap biasa, akan banyak lahir anak di luar pernikahan, tidak jelas nasabnya, tidak jelah ayahnya.
“Ketika tidak jelas siapa ayahnya, tidak jelas pula siapa yang harus bertanggung jawab pendidikannya, nafkahnya dan seterusnya. Kalau itu terus dibiarkan, maka akan hancur keluarga. Hancurnya keluarga sesungguhnya awal dari kehancuran sebuah masyarakat, karena unit paling kecil yang pertama dan utama bagi tumbuhnya generasi itu adalah keluarga,” ulasnya.
Hancurnya keluarga, kata UIY, adalah awal yang dramatis yang nantinya akan berujung pada hancurnya sebuah masyarakat dan negara.
“Karena itulah berbahaya sekali jika publisitas dibiarkan yang akan melahirkan lumrahisasi, dan lumrahisasi akan berakibat kerusakan yang luar biasa,” tandasnya.
Pentingnya Dakwah
Di situlah, tegas UIY, pentingnya dakwah. “Dakwah itu akan menjelaskan bagaimana kita mengatur kehidupan kita, mengatur kehidupan pribadi kita, mengatur kehidupan keluarga, masyarakat, negara, bahkan dunia, dengan syariat-Nya,” terangnya.
Dengan begitu, lanjutnya, masyarakat menjadi tahu bagaimana menjalani kehidupan. “Kita sebagai umat Muhammad harus terus melanjutkan dakwah sebagai bukti cinta kita kepada, ayah, ibu, adik, kakak, tetangga, kolega, kerabat, bahkan manusia secara keseluruhan. Untuk apa? Supaya mereka selamat dalam menjalani kehidupan di dunia sampai di akhirat,” paparnya.
Selanjutnya UIY menjelaskan bagaimana keselamatan itu bisa diraih.
“Bagaimana agar selamat? Harus tunduk sepenuhnya kepada ketentuan Allah, kepada syariat-Nya. Bagaimana mereka tunduk? Mereka harus yakin. Bagaimana mereka yakin? Harus diyakinkan, mereka harus paham. Bagaimana mereka paham? Harus dipahamkan. Melalui apa? Melalui dakwah. Itulah amar makruf nahi munkar,” bebernya.
Oleh karena itu dalam berdakwah, kata UIY, tidak boleh bosan, tidak boleh lelah, dan tidak boleh berhenti.
“Kalau berhenti maka ibarat air yang tidak mengalir, menggenang, pasti air itu berubah menjadi busuk, kotor, tempat tumbuhnya penyakit, sarang nyamuk dan sebagainya. Jadi harus terus dialirkan air itu. Itulah dakwah!” pungkasnya.[] Irianti Aminatun
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat