UIY: Bahagia Hakiki Lahir dari Ketaatan Total kepada Allah SWT
MediaUmat – Selama ini banyak orang keliru memahami hakikat kebahagiaan, sehingga Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menegaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak bersumber dari dunia dan segala gemerlapnya, melainkan lahir dari ketaatan total seorang hamba kepada Allah SWT sesuai misi penciptaannya sebagai makhluk yang diciptakan untuk beribadah.
“Dia merasa bahwa dia itu dalam rangka memenuhi atau menjalani misi… misi dia diciptakan oleh Allah,” jelas UIY dalam siniar Saat Agnostik Mencari Bahagia yang ditayangkan di kanal YouTube UIY Official, Sabtu (29/11/2025).
Pasalnya, jelas UIY, puncak sa‘ādah (kebahagiaan) seorang mukmin bukanlah kenikmatan duniawi, tetapi nail ridwanillah (diraihnya keridhaan Allah SWT) sebagai tujuan tertinggi. “Puncak ‘saadah’ itu adalah nail ridwanillah,” tegasnya.
Ia mengkritik paradigma materialistis yang menempatkan kebahagiaan pada capaian-capaian duniawi (getting).
Pola pikir seperti ini, menurutnya, justru sering menyeret manusia kepada tindakan menyimpang dan penyesalan. “Yang paling umum adalah melalui getting… mendapat pasangan, keturunan, jabatan, gaji, keuntungan bisnis,” ujarnya.
UIY kemudian menggeser fokus manusia pada derajat kebahagiaan yang lebih tinggi—giving—yakni menjadi pihak yang memberi dan menebar manfaat.
“Memberi itu levelnya lebih tinggi… orang yang memberi itu mendapatkan sesuatu yang lebih,” urainya sambil mengingatkan sabda Nabi, “Al-yadul ‘ulya khairun minal-yadis sufla [Tangan yang memberi lebih baik daripada tangan yang menerima],” ujarnya.
Namun, ia menekankan, memberi sekalipun tidak akan menghadirkan ketenangan paripurna jika tidak diletakkan dalam bingkai iman.
Orientasi moral, ujarnya, harus naik menjadi orientasi ketaatan. “Ada yang melakukan dalam kerangka humanisme… tetapi kalau obeying (taat), dia melakukan dalam rangka memenuhi perintah Allah,” tegasnya.
Ketaatan yang konsisten inilah yang kemudian membawa seorang mukmin ke tahap fulfilling, yaitu kesadaran mendalam bahwa hidup memiliki tugas ilahiah untuk ditunaikan. Pada tahap ini, seorang mukmin tidak lagi digerakkan oleh kepentingan pribadi, melainkan oleh amanah penciptaannya.
Kesadaran ini, beber UIY lebih lanjut, melahirkan dorongan spiritual yang lebih kuat, yakni hoping—harapan terhadap balasan dan kemuliaan akhirat.
UIY mengingatkan bahwa orientasi dunia semata tidak akan pernah mampu melahirkan kebahagiaan jenis ini.
“Tidak mungkin merasakan kebahagiaan puncak kalau tidak punya pengharapan mendapatkan balasan yang lebih baik di akhirat,” paparnya.
UIY kemudian menggarisbawahi, kesiapan berkorban merupakan puncak perjalanan kebahagiaan seorang mukmin. Pengorbanan harta, tenaga, bahkan jiwa adalah jalan para pejuang yang dijanjikan surga oleh Allah SWT.
“Allah membeli diri dan harta orang beriman dengan surga… maka dia akan secara fisik kehilangan jiwa dan harta, ada rasa sakit tapi bahagia,” jelasnya merujuk QS at-Taubah.
Karena itu, setiap bentuk ketaatan selalu menyimpan kebahagiaan tersendiri, bahkan dalam ibadah yang tampak berat. “Tidak ada orang yang melakukan ketaatan itu tidak bahagia… puasa itu kan menderita, tapi orang yang berpuasa dapat dua kebahagiaan,” ungkapnya.
UIY menambahkan, puncaknya adalah jihad. Ketika seorang syahid bahkan berharap bisa kembali ke dunia untuk merasakan nikmat mati syahid kembali.
Dalam konteks perjuangan dakwah, UIY menegaskan, pengorbanan adalah syarat kemenangan.
Ia mencontohkan keteguhan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam memikul misi perubahan. “Aku tidak akan meninggalkan urusan ini sampai Allah memenangkan agama atau aku binasa karenanya,” kutipnya penuh tekanan.
UIY menutup pemaparannya dengan menegaskan, ketenangan hakiki hanya mungkin hadir ketika seluruh tahapan kebahagiaan—getting, giving, obeying, fulfilling, hingga sacrificing (pengorbanan)—diletakkan dalam iman dan orientasi akhirat. Pada titik itulah seorang mukmin mencapai ketenangan sejati, “karena tidak ada yang perlu dicemaskan,” simpul UIY.[] Zainard
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat