Trump Ancam Maduro, Jaga Doktrin Monroe

MediaUmat Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk mundur dari jabatannya, menurut Pengamat Hubungan Internasional Budi Mulyana sebagai bagian dari upaya AS untuk memastikan doktrin Monroe –agar Benua Amerika bebas dari pengaruh asing— tetap berjalan.

“Bagaimana memastikan doktrin Monroe ini bisa jalan. Benua Amerika, kawasan Amerika itu harus betul-betul lepas dari pengaruh asing atau negara-negara yang punya relasi kuat dengan asing dan menafikan relasinya dengan AS. Itu tujuan yang paling utama” ujarnya dalam Kabar Petang: Giliran Venezuela! di kanal YouTube Khilafah News, Rabu (24/12/2025).

Pasalnya, selain masalah minyak dan narkoba, masalah utama yang membuat AS geram adalah adanya indikasi dari Venezuela —yang mendapatkan dukungan Rusia— untuk melawan hegemoni AS di kawasan Benua Amerika. Maka, sebut Budi, AS pun melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan.

“Tindakan itu bisa tindakan secara ekonomi, melakukan blokade atau embargo, bisa juga misalkan dengan labeling, dicap dia sebagai negara teroris atau poros setan dan semacam itu,” tambah Budi.

Menurut Budi, sudah menjadi watak AS sebagai negara adidaya global melakukan tindakan apa pun dengan mengabaikan instrumen internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti serangan terhadap Irak, Iran, atau Afganistan dalam rangka mewujudkan kepentingannya secara global.

“Maka apa yang dilakukan oleh Trump itu adalah watak dasar dari Amerika Serikat. Trump ini atau presiden-presiden Amerika model Trump dari Partai Republik atau mungkin nanti yang lebih soft dari Partai Demokrat, itu sebagai personifikasi personalnya saja, tapi tabiat Amerika sebagai negara adidaya global itu sudah ditunjukkan dan terbukti secara historis bahwa memang dia ingin menunjukkan hegemoni negaranya,” urainya.

Kalau dikaitkan dengan dunia Islam, sebut Budi, umat Islam dulu punya negara adidaya juga, kekhilafahan Islam, baik pada masa Umayyah, Abbasiyyah, bahkan sampai masa Utsmaniyyah yang menjadi adidaya global yang memang memberikan kebaikan. Berkebalikan dengan kapitalisme global.

Maka, ketika kekhilafahan Islam tegak kembali tentu saja akan menjadi lawan kapitalisme global. “Ini pasti akan menjadi lawan bagi kapitalisme global yang dipimpin oleh Amerika Serikat yang justru membawa keburukan, membawa kerusakan, karena memang berasal dari ideologi yang rusak dan perusak. Itu masalahnya,” mengakhiri.[] Imam Wahyono

 

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: