MediaUmat – Perwakilan dari Tokoh Peduli Umat Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengungkap bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dipicu oleh kegiatan ekstraktif dan eksploitatif untuk penebangan hutan, perkebunan dan penambangan di daerah hulu yang dilakukan secara brutal.
“Bencana itu selain dipicu oleh cuaca ekstrem, tak bisa disangkal dipicu oleh kegiatan ekstraktif dan eksploitatif untuk penebangan hutan, perkebunan dan penambangan di daerah hulu yang dilakukan secara brutal sehingga merusak fungsi hidrologis area hulu,” ungkapnya dalam pernyataan Tokoh Peduli Umat: Bencana dan Kerakusan Korporasi Kapitalisme, Senin (22/12/2025) di Jakarta.
Oleh karena itu, kata UIY, harus segera dilakukan evaluasi menyeluruh atas pengelolaan area hulu, termasuk peninjauan terhadap berbagai izin untuk berbagai kegiatan ekstraktif dan eksploitatif yang telah terbukti merusak ekosistem.
“Kegiatan ekstraktif dan eksploitatif yang telah terbukti merusak ekosistem itu terjadi karena kesalahan memilih dan melaksanakan model pembangunan,” tegasnya.
Menurutnya, itu berkelindan dengan kepentingan politik transaksional di kalangan politisi dan penguasa demi meraup cuan yang sangat besar. Dan politik transaksional itu memberi bukti nyata bahwa di negeri ini bukan rakyat yang berdaulat tapi pemilik modal.
“Inilah dampak buruk nyata dari sistem sekuler kapitalistik karena dalam sistem ini aturan dan kebijakan dapat diubah-ubah sesuai selera penguasa dan pengusaha,” tegasnya.
Dalam pandangan Islam, kata UIY, semua bencana itu merupakan pemiskinan masal, kesenjangan, kerusakan moral, mental dan intelektual dan lainnya adalah fasad (kerusakan) yang timbul akibat kemaksiatan, yakni melakukan yang haram dan meninggalkan yang wajib, yang dilakukan oleh manusia baik secara personal maupun komunal.
“Semua kerusakan itu mustinya menyadarkan kita untuk sesegera mungkin kembali kepada jalan yang benar, jalan yang diridhai Allah, melalui penerapan syariah secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan, utamanya di bidang pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya buatan, yang hakikatnya milik umum yang wajib dikelola oleh negara demi kesejahteraan rakyat. Bukan seperti saat ini di mana keuntungan dinikmati oleh korporasi sementara rakyat mendapat bencananya,” ungkapnya.
Oleh karena itu, UIY menegaskan perlunya perjuangan dari seluruh umat dan didukung oleh pihak yang memiliki kekuatan demi tegaknya syariah secara kaffah yang akan memberi rahmat bagi sekalian umat manusia (rahmatan lil ‘alamin).
Selain itu, para tokoh umat juga mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas musibah tersebut.
“Teriring doa untuk korban meninggal dan hilang semoga mendapat ampunan atas segala khilaf dan seluruh amal shalihnya diterima Allah SWT. Sementara untuk korban luka dan kehilangan harta benda, semoga cepat disembuhkan dan mendapat pengganti yang lebih baik,” ujarnya.
Para tokoh peduli umat juga menyeru kepada seluruh komponen umat untuk bahu membahu memberikan pertolongan agar para korban selamat dapat segera hidup normal seperti sedia kala.
“Sementara kepada pemerintah diserukan untuk bertindak cepat menolong para korban, memberikan jaminan hidup, memulihkan infrastruktur jalan, jembatan, penerangan, telekomunikasi, termasuk juga fasilitas ibadah, pendidikan, pesantren, kesehatan, dan fasilitas publik lainnya hingga segera berfungsi secara semestinya,” tandasnya.[] Achmad Mu’it
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat