MediaUmat – Berdasarkan berbagai indikasi yang ada, Whoosh diduga lebih menguntungkan developer dan investor, bukan publik. Itulah benang merah dari pernyataan Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail
Tags :Whoosh
MediaUmat – Head of Center Macro Economics and Finance INDEF Dr. M. Rizal Taufikurahman menilai perencanaan proyek kereta cepat Whoosh kurang matang karena dikejar secara politis. “
MediaUmat – Direktur Indonesia Justice Monitor (IJM) Agung Wisnuwardana mendorong publik agar melakukan koreksi kepada para penguasa. “Saya mendorong kepada publik agar publik hari ini melakukan
MediaUmat – Agar setiap kebijakan pemerintah selalu dilimpahi keselamatan, terlebih keberkahan, Peneliti dari Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. Riyan, M.Ag. menegaskan betapa pentingnya bagi
MediaUmat – Pernyataan sikap Presiden Prabowo yang bakal mengambil tanggung jawab atas masalah proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh dinilai tidak tepat karena tidak dapat
MediaUmat – Belajar dari dugaan mega skandal proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menyampaikan tiga hal penting yang harus
MediaUmat – Ekonom FAKKTA (Forum Analisis dan Kebijakan untuk Transparansi Anggaran) Muhammad Ishak menilai sarat masalahnya kereta cepat Whoosh karena dibangun dari asumsi yang maka meleset
MediaUmat – Direktur The Economics Future Institute (TEFI) Dr. Yuana Tri Utomo mengungkapkan proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Whoosh adalah model pembangunan ala kapitalisme yang
MediaUmat – Berkenaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh yang bikin berat keuangan negara dan berpotensi skandal, Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) memandang bahwa
MediaUmat – Mantan Sekretaris BUMN Said Didu menduga ada markup dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh, pasalnya terdapat fakta bahwa Cina dengan spesifikasi kereta yang