MediaUmat – Di tengah perang saudara yang terjadi di Sudan, Pengamat Hubungan Internasional dari Geopolitical Institute Hasbi Aswar, Ph.D. mengimbau umat Islam di seluruh dunia
Tags :Sudan
MediaUmat – Terkait mundurnya kepemimpinan tentara bersama sejumlah unsur Pasukan Gabungan dan Gubernur Darfur Utara Al-Hafiz Bakhit serta sejumlah anggota pemerintahannya yang meninggalkan Kota Al-Fashir hingga
Disponsori oleh organisasi Prancis Promedition, partai-partai Sudan mengadakan lokakarya di Port Sudan, sebagaimana dilaporkan di situs web Sudan Tribune pada 5 Oktober 2025: “Juru bicara Blok Demokratik,
Mantan Menteri Luar Negeri Qatar, Syeikh Hamad bin Jassim, menganggap para pemimpin militer Sudan bertanggung jawab langsung atas kehancuran negara mereka, dan meyakini bahwa mereka
Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir menegaskan bahwa apa yang disebut dengan “hak menentukan nasib sendiri” tidak lain hanyalah proyek kolonialis Barat untuk memecah belah negeri-negeri
Hizbut Tahrir menuding Amerika Serikat sebagai aktor utama di balik konflik yang terus berlangsung di Sudan. Dalam pernyataan resminya, organisasi ini menyebut keterlibatan Washington bukanlah
Organisasi Internasional untuk Migrasi, International Organization for Migration (IOM) mengumumkan pada hari Ahad (7/9) bahwa 581 keluarga telah mengungsi dan 631 rumah telah hancur sebagian atau seluruhnya akibat
Sudan adalah negara dengan signifikansi geopolitik yang sangat besar, dibentuk oleh daratannya yang luas, sumber daya alam yang melimpah, dan lokasi yang menempatkannya di jantung
Tidak Ada Solusi Kecuali Menjadikan Kesatuan Negara sebagai Isu Vital Amerika Serikat dituding mempercepat skenario pemisahan wilayah Darfur dari Sudan sebagaimana dulu memisahkan Sudan Selatan.
Pada 29 Juli 2025, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pembatalan pertemuan Kuartet mengenai Sudan, yang sebelumnya dijadwalkan pada 30 Juli 2025. AS memimpin komite ini dan mengikutsertakan Mesir, Arab