MediaUmat – Hizbut Tahrir Wilayah Bangladesh menggelar aksi unjuk rasa dan pawai di sejumlah titik di Dhaka dan Chattogram, Jumat (16/1/2026), usai salat Jumat. Aksi tersebut menolak
Tags :Bangladesh
Dhaka, Bangladesh – Laporan dari Komisi Penyelidikan Independen Nasional yang dibentuk oleh pemerintahan sementara untuk menginvestigasi tragedi pembantaian Pilkhana tahun 2009 telah dirilis. Laporan ini secara eksplisit
Usulan Komite Konsensus Nasional untuk mengeluarkan perintah eksekutif guna menerapkan Piagam Nasional Juli (reformasi konstitusi) dan mengadakan referendum berdasarkan perintah tersebut, telah memicu perpecahan tajam
Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Bangladesh menyoroti keterlibatan Amerika Serikat dalam sektor energi dan infrastruktur strategis di Bangladesh. Dalam keterangan resminya, organisasi tersebut menilai langkah
Kuasa Usaha Ad Interim Amerika Serikat di Dhaka, Tracy Ann Jacobson, mengadakan pertemuan dengan Profesor Ali Riaz, Wakil Ketua Komisi Konsensus Nasional, untuk menanyakan tentang
Pada tanggal 13 Juni 2025, Perdana Menteri sementara yang berkedudukan di London, Dr. Yunus, mengecewakan rakyat Bangladesh dengan mencapai kesepakatan politik dengan Thariq Rahman, penjabat pemimpin Partai
Karena Pengkhianatan Para Penguasa Kaum Muslim, Dua Monster Amerika: Entitas Yahudi dan India, Berani Melanggar Kehormatan Negeri-Negeri Kaum Muslim Hizbut Tahrir/Wilayah Bangladesh, pada hari
MediaUmat – Hizbut Tahrir Bangladesh menyatakan pemerintah transisi yang dipimpin Dr. Muhammad Yunus menjalankan proyek-proyek neo-kolonial yang menguntungkan Amerika Serikat dan merugikan kepentingan rakyat Bangladesh. Pernyataan
Pada tanggal 12 Mei 2025, pemerintah sementara Bangladesh mengumumkan larangan terhadap partai Liga Awami, kegiatannya, dan organisasi afiliasinya, yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Hasina yang buron,
Tulsi Gabbard, Direktur Intelijen Nasional AS, menyatakan kekhawatirannya yang mendalam tentang situasi di Bangladesh. Hal itu disampaikan saat berbicara kepada NDTV World tentang penganiayaan terhadap