MediaUmat – Merespons kabar domino akan masuk menjadi cabor (cabang olahraga) resmi di Indonesia, KH. dr. Ali Syafi’uddin dari Tabayyun Center menyatakan domino sebuah permainan sia-sia dan akan menyibukkan umat pada hal-hal yang mubah.
“Domino itu permainan sia-sia yang akan melenakan umat pada hal-hal yang mubah. Umat juga bisa lupa kewajiban-kewajibannya,” ulasnya dalam Kabar Petang, Jumat (11/7/2025) di kanal YouTube Khilafah News.
Ketika negara dan umat sibuk pada permainan sia-sia, menurutnya, bisa mengantarkan pada perkara-perkara yang sampai melalaikan kewajiban baik kepada negara maupun kepada rakyatnya.
“Rakyat harus tahu bahwa persoalan umat adalah banyak kezaliman karena mengabaikan aturan Allah. Tugasnya umat adalah memberikan muhasabah kepada penguasa, bukan sibuk pada permainan sia-sia,” tegasnya.
Ali menandaskan, ketika negara mengorganisir dan memasukkan domino ke dalam cabor resmi maka harus dilihat dulu apa yang menjadi tugas negara.
“Tugas negara ini adalah mengatur dan mengurusi urusan rakyat, bukan menyibukkan rakyat dengan permainan lahwun (sia-sia). Ini yang harus dipahami,” ujarnya.
Selain itu, imbuhnya, dalam pandangan Islam, negara memiliki politik luar negeri yang berpijak pada pemikiran dan metode yang tetap. Negara juga harus memberikan kebijakan untuk kemaslahatan umat dan diarahkan untuk memokuskan kepada politik luar negerinya.
“Di dalam hadits disebutkan ada permainan yang dibolehkan seperti lari, renang, memanah, dan pacuan kuda atau unta. Ini permainan yang berkaitan dengan kekuatan fisik dan keahlian strategi yang bisa mendukung jihad. Semuanya tadi diperbolehkan asal tidak ada unsur judi,” urainya.
Ia mengingatkan, jika semua lalai karena sibuk pada permainan sia-sia ini, bisa memberikan dharar atau bahaya.
“Menjadi tugas negara untuk mengatur urusan umat dan menjaga akhlak rakyat agar betul-betul sesuai aturan Allah. Bukan diberikan kebebasan bermain yang arahnya malah sia-sia,” tutupnya.[] Erlina
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat